Dirikan 10 Pos Penyekatan Jelang Mudik Lebaran

Metro-52 hit 22-04-2021 14:39
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat memimpin rakor kepala daerah terkait antisipasi penyebaran Covid-19 jelang Lebaran, Kamis (22/4). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat memimpin rakor kepala daerah terkait antisipasi penyebaran Covid-19 jelang Lebaran, Kamis (22/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Dirikan 10 Pos Penyekatan Jelang Mudik Lebaran

Pariaman, Arunala - Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 serta arus transportasi pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M nanti, Pemprov Sumbar melakukan rapat koordinasi bersama bupati, wali kota dan forkopimda se Sumbar secara virtual, Kamis (22/4).

Rapat dipimpin langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, sedangkan untuk Pemko Pariaman dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Sekko Yota Balad, Kepala Dinas Kominfo, Hendri dan lainnya.

Baca Juga

Gubenur mengatakan rapat dilakukan dalam rangka menyikapi perkembangan positivity rate serta antisipasi arus transportasi orang dan barang pada di masa bulan Ramadhan dan menyambut Lebaran.

"Untuk mencegah peningkatan penularan Covid-19 selama bulan suci Ramadhan dan jelang Lebaran, maka perlu dilakukan kegiatan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi sosialiasi peniadaan mudik lebaran kepada warga masyarakat perantau," jelas Mahyeldi.

Sesuai hasil rapat bersama Kapolri tentang larangan mudik, Mahyeldi menyatakan akan melakukan operasi Ketupat, yang dimulai pada 6 sampai 17 Mei 2021.

Disamping itu, dirinya minta kepada SKPD terkait untuk sediakan fasilitas kesehatan dan vaksin untuk lansia.

"Capaian vaksin Sumbar hingga saat ini masih sangat rendah. Vaksinasi saya harapkan melakukan upaya-upaya terutama kepada lansia, dan kiat SKPD mendampingi lansia untuk vaksinasi, yang selama ini menunggu maka sekarang harus aktif menjangkau ke lapangan, karena risiko terbesar penyebaran itu adalah pada lansia," terangnya.

Sementara, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto menuturkan akan mendirikan 10 pos penyekatan di wilayah perbatasan Sumbar. Pos-pos itu disiapkan untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang mudik Lebaran.

Toni menegaskan, pemerintah pusat telah mengambil kebijakan melarang mudik Lebaran. Pihaknya, dalam hal ini akan mengambil langkah-langkah teknis yang telah dipersiapkan.

"Salah satu langkah persiapan yang diambil tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya. Seperti upaya penyekatan di wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi tetangga," kata Kapolda ini.

Toni mengungkapkan, bahwa tren perkembangan Covid-19 saat ini assessment untuk wilayah Sumbar nomor empat tertinggi. Begitupun penambahan kasus positif terus terjadi.

"Ini upaya untuk pengamanan Idul Fitri sekaligus untuk mencegah penyebaran covid-19," tutupnya mengakhiri. (*)

Komentar