Warga Hilang di Hutan Biologi Unand, Pakaian di Aliran Sungai Jadi Petunjuk Penting Tim SAR

Metro- 26-07-2026 19:57
Tim SAR gabungan memperluas pencarian korban dilaporkan hilang kontak sejak Selasa, (21/7/2026). IST
Tim SAR gabungan memperluas pencarian korban dilaporkan hilang kontak sejak Selasa, (21/7/2026). IST

Padang, Arunala.com - Misteri hilangnya seorang warga di kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, memasuki babak penting.

Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian setelah korban dilaporkan hilang kontak sejak Selasa, (21/7/2026).

Korban diketahui bernama Afriyanto (42), warga RT 003 RW 005, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Unand di hari yang sama.

Upaya pencarian sebelumnya telah dilakukan pihak keluarga bersama warga secara mandiri selama tiga hari. Namun, hingga pencarian diperluas dengan melibatkan unsur terkait, keberadaan korban masih belum diketahui.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, mengatakan tim gabungan terus melakukan penyisiran di kawasan hutan yang memiliki medan cukup berat tersebut.

Harapan baru muncul setelah tim menemukan pakaian yang diduga terakhir dikenakan korban di sekitar aliran sungai.

"Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam operasi pencarian," ucapnya, Minggu (26/7/2026).

Ia melanjutkan, tim kini memfokuskan penyisiran di sekitar aliran sungai serta memperluas pencarian ke sejumlah titik yang dinilai memiliki kemungkinan berkaitan dengan keberadaan korban.

Medan hutan yang cukup lebat dan kondisi aliran sungai menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan pencarian secara hati-hati dan terukur.

Untuk memperkuat operasi pencarian, BPBD Kota Padang terus berkoordinasi dengan Kantor SAR (Basarnas).

Dia menambahkan, asesmen terhadap kondisi medan dan analisis petunjuk yang ditemukan dilakukan sebagai dasar menentukan strategi pencarian berikutnya.

Ricky menyampaikan, seluruh unsur terkait terus berupaya mengoptimalkan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

"Petunjuk berupa pakaian yang ditemukan di sekitar sungai kini menjadi perhatian utama tim di lapangan. Aliran sungai dan kawasan sekitarnya akan kembali disisir secara lebih detail untuk mempersempit kemungkinan lokasi keberadaan korban," ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan berharap setiap petunjuk yang ditemukan dapat membawa titik terang dan segera mengungkap keberadaan warga yang hingga kini masih dalam pencarian. (dpg)

Komentar