Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Dentuman dan Gemuruh Terdengar

Metro- 05-09-2026 09:22
Kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dipantau secara intensif Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). IST
Kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dipantau secara intensif Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). IST

Jakarta, Arunala.com - Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Dan masih terjadi hingga Sabtu (5/9/2026) pagi dan disertai dentuman serta suara gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam siaran pers menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dalam pengamatan periode pukul 00.00--06.00 WIB, aktivitas erupsi secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau air mancur lava. Kamera CCTV di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik.

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunungapi dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Warga Pesisir Diminta Tidak Panik

Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat di pesisir Banten dan Lampung, terutama karena pengalaman tsunami pada 22 Desember 2018.

Namun, berdasarkan evaluasi PVMBG, tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 2018 masih relatif kecil dan hingga saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

Meski demikian, PVMBG tetap melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas dan perubahan morfologi gunungapi. Masyarakat diminta tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan suara dentuman maupun aktivitas visual yang terlihat.

BNPB mengimbau masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau hanya untuk melihat atau merekam erupsi. Potensi lontaran material vulkanik masih menjadi ancaman bagi keselamatan.

"Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait isu tsunami, karena dapat menimbulkan kepanikan. Warga di wilayah pesisir Banten dan Lampung diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, PVMBG, BPBD serta pemerintah daerah,"ujar Bertonnext

Komentar