BPBD Pariaman Gelar Pembinaan Kebencanaan

Metro-57 hit 22-06-2021 13:50
Sekko Pariaman, Yota Balad saat membuka kegiatan pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia sejumlah Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Pariaman, Selasa (22/6). (Dok : Istimewa)
Sekko Pariaman, Yota Balad saat membuka kegiatan pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia sejumlah Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Pariaman, Selasa (22/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

SDM Anggota KSB Ditingkatkan

Pariaman, Arunala -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman bersama BPBD Sumbar menggelar pembinaan peningkatan sumber daya manusia sejumlah Kelompok Siaga Bencana (KSB) di kota Tabuik itu, Selasa (22/6).

Peningkatan SDM anggota KSB yang dilaksanakan di aula Kanto BPBD Pariaman itu jadi bagian penting dalam menyiapkan mereka ketika dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana.

Sekretaris kota (Sekko) Pariaman, Yota Balad yang membuka kegiatan itu menyampaikan secara umum wilayah Sumbar termasuk Kota Pariaman merupakan wilayah rawan bencana, baik secara geologis, hidrologis, geografis dan demografis.

"Kota Pariaman dengan panjang garis pantai sepanjang 12,7 km, membuatnya sangat berpotensi terhadap ancaman bencana," ujar Yota Balad.

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi risiko tersebut, perlu mengotimalkan peranan dan kesadaran masyarakat terhadap kesiagaan dan kewaspadaan bencana.

"Saat ini, Kota Pariaman telah membentuk 71 KSB (Kelompok Siaga Bencana) di 71 desa/kelurahan. Ini berarti seluruhnya telah mempunyai KSB, dan untuk Forum Penggurangan Risiko Bencana (FPRB), kami akan perbarui kepengurusanya dalam kegiatan kali ini," tukasnya.

Dia menerangkan, bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi, ia datang secara tiba-tiba dan bersifat sangat merusak seluruh sendi kehidupan baik ekonomi, sosial dan lain-lainya.

Pengalaman selama ini telah menunjukkan, bahwa bencana seperti tsunami dan gempa, tidak satupun instansi dan teknologi yang mampu secara pasti memprediksinya, apalagi untuk mencegahnya," tuturnya.

Kemudian, Yota Balad juga menyampaikan dalam proses penyelenggaraan penanggulangan bencana, terdiri atas tiga tahap yang meliputi: pra-bencana, seperti kegiatan yang dilakukan saat ini, saat tanggap darurat, dimana saat terjadinya bencana, dan pasca bencana atau penanganan setelah bencana.

"Karena itu, dalam penanganan bencana, kita perlu meningkatkan SDM dari KSB karena dengan SDM yang andal maka KSB Kota Pariaman nantinya akan jadi agen perubahan yang menjadi contoh bagi masyarakat lainnya," ucapnya.

Yota Balad juga mengucapkan terimakasih kepada BPBD Sumbar yang telah menggelar kegiatan ini di Kota Pariaman, sehingga kerjasama yang tercipta selama ini, dapat berjalan dengan baik, antara Provinsi dan Kota Pariaman. (*)

Komentar