Budi Syukur: Pelaksanaan PPKM Jangan Setengah Hati

Metro-264 hit 08-07-2021 06:19
Ketua Dewan Pertimbang Kadin Sumbar, Sengaja Budi Syukur. (Dok : Istimewa)
Ketua Dewan Pertimbang Kadin Sumbar, Sengaja Budi Syukur. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Ketua Dewan Pertimbang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar, Sengaja Budi Syukur menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Padang, termasuk tiga kota lainnya di Sumbar yakni Bukittinggi, Padangpanjang dan Kota Solok memberikan dampak dua sisi.

"Di satu sisi, PPKM ini bisa mengganggu sektor ekonomi, yang seharusnya sector ini bisa tumbuh, namun tidak jadi tumbuh. Sedangkan di sisi lain, tentu kita tidak ingin virus corona (Covid-19) berkembang begitu cepat apalagi dengan adanya varian baru dari virus Covid ini," ungkap Budi Syukur saat dihubungi Arunala.com , Rabu malam (7/7).

Makanya Budi Syukur meminta dalam pelaksanaan PPKM itu, pemerintah jangan setengah hati. Artinya, pemerintah harus benar-benar memperhatikan apa yang jadi instruksi PPKM tersebut, agar dijalannya secara benar.

Baca Juga

"Jadi memang, mau tidak mau atau suka tidak suka tentu jangan hanya edaran tinggal edaran, namun di lapangan berjalan seperti bisa seakan tidak merasakan adanya kejadian," ujar Budi Syukur lagi.

Kalau ini terjadi, lanjutnya, bisa dikatakan kita semua rugi dua kali, pertama ruginya Covid ini tidak akan berkurang, bahkan kemungkinan bertambah, yang kedua pemulihan ekonominya tentu tidak berjalan dengan baik.

"Untuk saya berharap dengan PPKM ini mampu membuat penurunan signifikan kasus positif Covid. Dengan begitu otomatis sektor ekonominya bisa naik," harap Budi Syukur.

Sekali lagi Budi Syukur menekankan, kondisi yang diharapkannya seperti yang dia sebutkan diatas tadi bisa didapat apabila PPKM itu dilaksanakan secara benar dan konsisten.

"Kalau perlu tutup, ya kita tutup. PPKM itu kan berlakukannya hanya 15 hari. Kalau setelah tenggat waktu itu kasus positif Covid terjadi drop, ya perekenomian diprediksi naik jadinya," imbuhnya.

Coba bandingkan, Budi Syukur menjelaskan, kalau PPKM ini dilaksanakan setengah hati, maka kasus positif Covid tidak bakalan turun, bahkan cenderung naik, tentu setelah 15 hari pelaksanaan PPKM ini, ekonomi yang tidak akan naik.

"Jadi orang kerjanya serba tanggung-tanggung, kondisi seperti ini yang terjadi di masyarakat. Penerapan PPKM ini bukan merupakan sebuah konflik," tukas dia.

Budi menyarakan kepada pemerintah daerah (pemda) di empat kota di Sumbar yang berlakukan PPKM yakni Kota Padang, Bukittinggi, Padangpanjang dan Solok untuk bisa menggandeng tokoh-tokoh yang berpengaruh di masing-masing kota itu.

Beri pengertian kepada para tokoh itu tentang maksud dan tujuan PPKM di daerah mereka. Namun yang diketahui justru mereka itu hanya diberitahu melalui sebuah surat saja, entah itu berupa edaran, imbauan atau lainnya.

"Mestinya tidak begitu caranya, ajak para tokoh itu berdialog mengenai PPKM ini," kata Budi Syukur.

Komentar