Presiden Jokowi Perintahkan Respons Cepat Banjir Lahar Hujan di Sumbar

Nasional- 14-05-2024 19:44
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di BLUD Rumah Sakit Konawe di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pada Selasa (14/5/2024). BPMI Setpres
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di BLUD Rumah Sakit Konawe di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pada Selasa (14/5/2024). BPMI Setpres

Jakarta, Arunala.com--Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil langkah-langkah proaktif menyusul terjadinya banjir lahar hujan di Sumatera Barat. Presiden telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mendatangi area yang terkena dampak untuk mengkoordinasikan upaya bantuan dan pemulihan.

“Saya mengikuti terus dengan saksama perkembangan banjir yang terjadi di Kabupaten Tanahdatar, di Sumatera Barat. Dan saya telah memerintahkan Kepala BNPB untuk langsung ke sana dan sudah sampai ke sana,” kata Presiden Jokowi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Konawe di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara sebagaimana dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet pada Selasa (14/5/2024).

Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk segera mengunjungi Sumatera Barat guna melihat langsung respons yang diberikan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak. Namun, kunjungan tersebut masih perlu dijadwalkan mengingat kondisi infrastruktur yang terpengaruh oleh bencana, termasuk beberapa jalan yang terdampak longsor.

“Saya juga ingin ke sana tapi masih mengatur waktu karena juga di sana kondisinya jalan banyak yang longsor, pengungsi juga baru ditata. Kemudian nanti kalau waktunya sudah ketemu saya akan berkunjung ke Sumatera Barat dalam rangka memberikan bantuan dan memberikan solusi bagi yang terdampak,” jelas Presiden.

Untuk diketahui, banjir bandang lahar dingin melanda wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/05/2024) malam. Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi. Empat kabupaten terdampak cukup parah akibat kejadian ini antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar, Kota Padangpanjang, dan Kabupaten Padangpariaman.

Berdasar keterangan BNPB per 14 Mei 2024 pukul 06.35, korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat menjadi 50 orang, 27 orang hilang, 37 orang luka-luka, serta 3.396 jiwa mengungsi. Adapun rincian dengan korban meninggal dunia di antaranya Kota Padangpanjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanahdatar 19 orang, Kota Padang 1 orang, Kabupaten Padangpariaman 8 orangnext

Komentar