Pameran Foto Perdana di Istano Basa Pagaruyung, PFI Torehkan Sejarah

Metro- 29-07-2026 21:29
Bupati Tanahdatar, Eka Putra melihat hasil foto jurnalistik yang dipamerkan PFI Bersama Yayasan Mata Waktu serta PLN di halaman Istano Basa Pagaruyung, Rabu (29/7/2026). (dok: arunala.com)
Bupati Tanahdatar, Eka Putra melihat hasil foto jurnalistik yang dipamerkan PFI Bersama Yayasan Mata Waktu serta PLN di halaman Istano Basa Pagaruyung, Rabu (29/7/2026). (dok: arunala.com)

Tanahdatas, Arunala.com - Pameran foto jurnalistik sekaligus peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas dikunjungi Bupati Tanahdatar, Eka Putra, di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/7).

Kegiatan yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Mata Waktu serta PLN itu, mencatat sejarah sebagai pameran foto pertama yang pernah digelar di ikon budaya Minangkabau tersebut.

Selama beberapa hari penyelenggaraan, ratusan pengunjung memadati area pameran untuk melihat rekaman visual bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumbar pada akhir 2025.

68 karya foto yang dipamerkan tak hanya merekam dahsyatnya bencana, tetapi juga menyimpan kisah duka, perjuangan, serta semangat masyarakat untuk bangkit.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada PFI yang telah menghadirkan pameran foto jurnalistik di Istano Basa Pagaruyung.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan kawasan budaya sebagai ruang edukasi sekaligus pengingat akan pentingnya mitigasi bencana.

"Sebelumnya tidak pernah ada pameran foto di Istano Basa Pagaruyung. Ini ide yang luar biasa. Ini perdana adanya pameran foto di sini," kata Eka Putra saat menutup pameran.

Ia berharap masyarakat, khususnya di tiga provinsi yang pernah terdampak bencana, dapat memanfaatkan pameran tersebut sebagai sarana belajar dari peristiwa yang pernah terjadi.

"Saya mengimbau masyarakat di tiga provinsi yang terdampak bencana, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumbar untuk mengunjungi pameran foto yang diselenggarakan teman-teman PFI ini," ujarnya.

Menurut Eka, setiap foto yang dipamerkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan pengingat agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.

"Pameran ini mengingatkan kita kembali tentang bencana yang terjadi, supaya kita mengantisipasi dan terus menyosialisasikan kepada masyarakat," ucapnyanext

Komentar