Padang, Arunala.com - Banyak yang tidak tahu, alas kaki (sandal) hotel buah karya sejumlah narapidana (napi) Lapas Muaro Padang ternyata jadi incaran sejumlah hotel berbintang di Sumbar.
Hal itu diketahui saat Arunala.com mengunjungi Lapas Muaro Klas II A Padang itu beberapa hari lalu untuk liputan.
Di sela-sela liputan itu, terlihat sejumlah napi sedang serius memotong busa yang tidak berapa tebal dengan menggunakan cetakan (mal) yang telah ada di workshop Lapas itu.
Selain itu ada juga dari para napi ini memberikan lem pada cetakan yang sudah siap, dan ada pula yang sedang mempres agar cetakan yang tadi sudah dilem punya daya rekat yang baik.
Saat ditanya kepada Kepala Lapas Muaro Padang, Marten, tentang apa yang dikerjakan para napi itu, ia menjawab bila para napi itu sedang memproduksi sandal hotel.
"Para napi itu kami ajarkan mereka membuat produk kerajinan, dan mereka lalu membuat sandal yang dibutuhkan pihak hotel bagi para tamunya yang menginap," kata Marten.
Marten menyebutkan, sandal yang dibuat warga binaan Lapas Muaro Padang ini nyatanya dipesan beberapa hotel berbintang di Sumbar ini.
Menurutnya, Lapas Muaro Padang memproduksi sebanyak 15.000 pasang sandal per bulan dibuat oleh warga binaan.
"Beberapa hotel besar baik di Padang maupun di Sumbar memesan sandal buatan warga binaan ini," ungkapnya.
Banyaknya pesanan sandal dari berbagai hotel tersebut hal positif bagi Lapas Muaro Padang.
"Sehingga Lapas Muaro Padang bisa memberdayakan warga binaan untuk dapat memproduksi sandal," pungkas Marten.
Dia menambahkan, pelibatan warga binaan memproduksi sandal ini merupakan suatu kewajiban bagi Lapas Muaro melakukan pembinaan pelatihan kemandirian.
"Warga binaan Lapas Muaro Padang ini perlu diberikan pembinaan dan pelatihan kemandirian agar setelah keluar atau bebas dari hukuman di Lapas bisa melakukan kegiatan hal positif seperti buat sandal telah dikerjakan selama dalam Lapas Muaro," pungkas Marten. (*)


Komentar