80 Pekerja Pariwisata Ikuti Sertifikasi LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional

Ekonomi- 30-05-2024 19:30
Direktur LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional Hendrik Fernando dan jajaran bersama asesor dan peserta PSKK di New D'Dhave Hotel, Kamis (30/5/2024). IST
Direktur LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional Hendrik Fernando dan jajaran bersama asesor dan peserta PSKK di New D'Dhave Hotel, Kamis (30/5/2024). IST

Padang, Arunala.com--Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Hospitaliti Nasional bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menggelar Program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK). Sebanyak 80 peserta yang merupakan tenaga kerja pariwisata mengikuti PSKK yang berlangsung selama satu hari penuh ini.

Rincian 80 peserta tersebut yakni bidang perhotelan; 20 peserta room attendant dan 20 peserta waiters, 40 peserta LO MICE dan 20 peserta pemandu wisata.

"Sertifikasi kompetensi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di bidang kepariwisataan," kata Manajer Sertifikasi LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional Herlina Rosida Caniago saat Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) di New D'Dhave Hotel Padang, Kamis (30/5/2024).

Ia mengatakan sertifikasi kompetensi bermanfaat dan penting bagi pariwisata di Sumbar. Keberadaan sertifikasi membantu standardisasi layanan dan praktik di industri pariwisata.

"Harmonisasi tenaga kerja ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja pariwisata dalam pengembangan karir. Akan tetapi juga menciptakan pengakuan resmi atas keterampilan dan pengetahuan mereka," ucapnya.

Sertifikasi kompetensi, sebut Herlina, juga memastikan pekerja di sektor pariwisata memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan standar industri. Tentunya berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan.

"Jadi sertifikasi kompetensi ini merupakan sebuah pembuktian untuk seluruh profesi, termasuk profesi bidang pariwisata. Buktinya berupa sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP melalui LSP, salah satunya LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional," tegas Herlina.

Ia juga menjelaskan saat sertifikasi kompetensi berlangsung, pihaknya akan melakukan asesmen terhadap para peserta. Setelah asesmen, akan direkomendasikan kelayakan peserta untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

"Jadi yang menentukan adalah asesor. Ketika direkomendasikan kompeten, BNSP akan mengeluarkan sertifikat kompetensi tersebut," ucapnyanext

Komentar