.
"Saya berharap kegiatan PT Bakrie Pasaman Plantations dalam program penghijauan lingkungan ini juga dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan lain di Pasbar untuk menjaga lingkungan di area perkebunan masing-masing," imbaunya.
Sementara itu, General Manager PT BPP, Agri Adita Putra, menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya melestarikan lingkungan atau alam dengan memperhatikan tiga aspek. Yaitu kelestarian lingkungan, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan ekonomi.
"Kegiatan ini merupakan salah satu tindakan nyata yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan adanya tindakan menjaga atau merawat lingkungan melalui konservasi hijau di Aliran Sungai Batang Sikabau," jelasnya.
Ia juga menjelaskan PT Bakrie Pasaman Plantations memiliki luas kurang lebih 9.700 hektare dengan 7,2 persen dari total area yang memiliki tingkat konservasi tinggi, atau sekitar 300 hektare yang hampir 50 persen di antaranya daerah aliran sungai (DAS) yang tidak ditanami kelapa sawit. Tujuannya adalah menanam pohon yang dapat menahan air dan menciptakan kelestarian lingkungan.
"Kegiatan penanaman pohon ini dilakukan secara simbolis dan ke depannya akan dilakukan secara berkelanjutan. Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman buah-buahan seperti alpukat, manggis, jeruk, matoa, mangga, dan lainnya, dengan jumlah 150 tanaman terdiri dari 50 tanaman buah-buahan dan 100 tanaman bakau," jelasnya.
Ia juga menegaskan kegiatan ini akan berkelanjutan terutama di area DAS untuk menjaga keberlanjutan lingkungan agar tetap terjaga. "Serta ke depannya hasil dari tanaman ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena tanaman yang ditanam merupakan tanaman yang produktif atau menghasilkan," tukasnya. (*)


Komentar