Jakarta, Arunala.com--RSUP Dr M Djamil Padang, satu dari tiga rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan yang akan mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk skrining penyakit tuberkulosis melalui radiologi. Pemanfaatan teknologi AI ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara efisien.
Selain RSUP M Djamil, dua rumah sakit lainnya yakni RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta untuk CT Scan otak. Dan RS Kanker Dharmais untuk radiologi kanker dan patologi anatomi.
Hal tersebut terungkap saat penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Kementerian Kesehatan RI dengan Harrison AI, perusahaan teknologi pelayanan kesehatan dari Australia.
Kerja sama itu ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr Azhar Jaya SH SKM MARS dengan Co-Founder sekaligus Chief Business Development Officer Harrison AI Dimitry Tran. Disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
"Dalam pemanfaatan AI ini, kita melakukan tiga hal. Pertama, CT Scan otak, kita akan memanfaatkan AI ini untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf terutama stroke di RSPON. Kedua, untuk RS Kanker Dharmais, kita akan kerja sama terkait pemanfaatan AI dengan radiologi untuk kanker dan patologi anatominya. Ketiga, yakni RSUP Dr M Djamil Padang akan memanfaatkan AI dalam skrining penyakit tuberkulosis melalui radiologi," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr Azhar Jaya SH SKM MARS di kantor Kemenkes Jakarta, Selasa (9/7/2024).
Di Indonesia, kata dia, pemanfaatan AI tidak dapat dihindari, khususnya di bidang kesehatan. Di sejumlah negara, pemanfaatan teknologi tersebut terbukti membuat pelayanan kesehatan semakin akurat, efektif, dan efisien.
"Uji klinis akan dimulai di Indonesia, agar teknologi tersebut dapat diterima dan bermanfaat bagi publik. Sehingga mereka tak perlu menunggu lama lagi untuk hasil-hasil pemeriksaan kesehatan itu," tuturnyanext


Komentar