Presiden Jokowi: Transformasi Digital Harus Inklusif dan Berkeadilan

Ekonomi- 01-08-2024 21:56
Penampilan wastra Sumatera Utara karya desainer Biyan saat FEKDI x KKI 2024 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis (1/8/2024). IG: @smindrawati
Penampilan wastra Sumatera Utara karya desainer Biyan saat FEKDI x KKI 2024 di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis (1/8/2024). IG: @smindrawati

.

“Pembayaran digital juga diprediksi akan tumbuh 2,5 kali lipat pada tahun 2030 mencapai 760 miliar USD atau sekitar Rp12.300 triliun. Sebuah angka yang sangat besar sekali,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi turut menyoroti dukungan dari bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030 dengan 68 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, termasuk generasi Y, Z, dan Alpha. Selain itu, saat ini jumlah ponsel aktif di Indonesia juga mencapai 354 juta, melebihi jumlah penduduk yang sekitar 280 juta.

“Jumlah pengguna internet sudah mencapai 185 juta, jumlah yang sangat besar sekali, potensinya besar sekali. Oleh sebab itu, transformasi digital khususnya bidang ekonomi bidang keuangan menjadi sangat penting apalagi dengan pesatnya teknologi saat ini,” ucap Presiden.

Presiden juga mengatakan saat ini banyak sektor telah beralih ke teknologi artificial intelligence (AI), termasuk administrasi, jasa, dan hiburan. Presiden berharap UMKM Indonesia yang berjumlah 64 juta dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendongkrak ekonomi digital dan pembayaran digital.

“Tentu digital UMKM ini akan mendongkrak ekonomi digital dan pembayaran digital kita,” tutur Presiden.(*)

Komentar