Akun Google Business 60 Hotel Diretas, Hati-hati Jika Ditawari Harga Kamar Murah

Ekonomi- 13-08-2024 15:14
Ilustrasi hackers. IST
Ilustrasi hackers. IST

Padang, Arunala.com--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat mengungkap 60 akun Google Business milik pengelola hotel di Sumbar telah diretas. Peretasan tersebut dilakukan melalui pengubahan data yang ada di dalam platform Google Business.

"Sejak Minggu (11/8/2024), hotel-hotel di Sumatera Barat mulai melaporkan tentang akun Google Bussines hotel yang diretas kepada PHRI Sumatera Barat," kata Ketua PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran melalui keterangan resminya, Selasa (13/8/2024).

Ia mengatakan akun hotel-hotel tersebut diretas dengan mengganti nomor telepon dan WhatsApp. Kemudian memberikan nomor rekening pribadi peretas jika customer melakukan pemesanan kamar hotel dan akan melakukan pembayaran.

"Padahal layaknya hotel, pasti menggunakan rekening perusahaan (PT), bukan rekening pribadi," tutur Rina Pangeran.

Ia menekankan hal ini jelas merugikan masyarakat yang akan melakukan pemesanan dan pembelian kamar hotel, dan akan mentransfer pembayaran ke rekening pribadi para hackers.

"Bahkan untuk menarik customer, mereka menawarkan harga kamar yang ditawarkan sangat lah murah, sehingga akan menarik bagi calon customer," sebutnya.

Dalam hal ini, tutur Rina Pangeran, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh anggota PHRI se-Sumatera Barat, agar selalu mengecek akun Google Bussines hotel masing-masing minimal setiap 30 menit sekali. Karena bisa saja sekarang aman, tapi 10 menit kemudian sudah diretas.

"Dan hacker ini bekerja sangat cepat. Hitungan menit per menit ada saja yang melaporkan akun Google Bussines hotelnya kena retas. Kejadian ini tidak hanya menyerang hotel-hotel di Sumatra Barat, tapi seluruh Indonesia," ungkapnya.

Di samping itu, Rina Pangeran mengimbau manajemen hotel agar membuat disclaimer di sosial media dan diblast beramai secara serentak, yang menginformasikan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dan memastikan kembali setiap melakukan bookingan direct ke hotel.next

Komentar