Kemenparekraf Bantu Pengembangan Desa Wisata Ampiang Parak

Ekonomi- 25-08-2024 14:29
Direktur Infrastuktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini bersama Sekkab Pessel, Mawardi Roska dan lainnya saat melepas tukik di pantai Desa Wisata Ampiang Parak, Sabtu (24/8/2024). (dok : arunala.com)
Direktur Infrastuktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini bersama Sekkab Pessel, Mawardi Roska dan lainnya saat melepas tukik di pantai Desa Wisata Ampiang Parak, Sabtu (24/8/2024). (dok : arunala.com)

Painan, Arunala.com - Upaya Pokdarwis Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk mengembangkan potensi desa wisata di tempat mereka dapat sambutan positif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Ini diketahui setelah kunjungan Direktur Infrastuktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini bersama tim penilai saat visitasi ke kawasan Desa Wisata Ampiang Parak itu, Sabtu (24/8/2024).

Dalam kunjungan itu, Oneng menilai cukup pantas masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

"Yang menjadi penilaian kami kenapa desa wisata ini masuk 50 besar ADWI 2024 karena mengkombinasikan pengelolaannya destinasi wisata dan desa tangguh bencana," kata Oneng saat itu.

Karena posisinya berada pinggir pantai dan rawan bencana seperti tsunami, sebut Oneng, maka Desa Wisata Ampiang Parak mampu dikelola oleh Pokdarwis dengan baik.

Oneng menyebutkan, sejak pandemi, pihak Kemenparekraf terus mengerakkan kembali semangat dari teman-teman desa wisata pariwisata di Indonesia melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia.

"Awalnya ada 6016 desa wisata yang kami nilai, setelah melalui berbagai penilaian, dan akhirnya terpilih 50 desa, salah satunya Desa Wisata Ampiang Parak ini," ungkap Oneng.

Oneng juga menyatakan, setelah melihat dari dekat kondisi Desa, maka pihak Kemenparekraf siap membantu pengembangan kawasan Desa Wisata Ampiang Parak ini melalui dukungan sarana prasarana pariwisata agar lebih berkembang.

"Ini saya lihat adanya pergerakan ekonomi kerakyatan di kawasan ini sehingga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan ini," ungkap Oneng.

Dia melanjutkan, sebagai komitmen Kemenparekraf yakni berikan pendampingan bagi pengelola desa wisata ini baik dari sisi tata kelola, DSM, pemasaran produknya selama enam hari lamanya.

"Selama pendampingan ini, kami berharap pihak pengelola bisa memetakan dari sisi identifikasi apa kekurangan dan kelebihan yang ada pada Desa Wisata Ampiang Parak ini. Kemudian dari sisi pasarnya terhadap penyediaan produk berkualitas guna dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke desa wisata ini," papar Onengnext

Komentar