.
Pada kesempatan itu, Helfi juga mengingatkan bendaharawan untuk terus berhati-hati dan waspada terhadap berbagai modus penipuan berbasis digital. Terbaru, ditemukan muncul postingan palsu yang mengatasnamakan Bank Nagari di platform sosial media Facebook.
Dalam postingan tersebut, si penipu memosting pengumuman undian yang seolah-olah dari Bank Nagari.Kemudian, di narasinya si pelaku mengajak untuk ikut undian tersebut. Namun, di bagian bawah di pelaku menggiring untuk mengklik ‘Daftar’ yang merupakan link berbahaya bagi perangkat digital.
Melalui link tersebut, pelaku akan dapat masuk dan menguasai perangkat digital seperti ponsel atau handphone. Berikutnya pelaku akan masuk ke akun-akun keuangan, seperti mobile banking dan akun keuangan lainnya di ponsel.
“Hati-hati bapak ibu, terkait postingan palsu ini. Mari bersama-sama kita laporkan postingan ini ke pihak Facebook via titik 3 di kanan atas pada akun tersebut,” ajaknya.
Selain di Facebook, juga ada modus pelaku mengirimkan link ‘apk’ yang seolah-lah dari petugas instansi pemerintah. Seperti pajak, BPJS dan lainnya. Jika, diklik link ‘apk’ tersebut, pelaku dengan mudah menguasai semua akses aplikasi perbankan pada handphone.
"Pastikan mengakses akun Bank Nagari yang resmi jika bertransaksi keuangan, atau ada keperluan yang berkaitan dengan perbankan. Jika ada keraguan silakan hubungi Bank Nagari terdekat atau layanan telepon 24 Jam Call Center Bank Nagari 150234," ajak Helfi. (*)


Komentar