Tiga Warga Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan Bangunan

Metro- 16-10-2021 10:11
Reruntuhan bangunan milik warga pasca gempa melanda Bali, Sabtu dini hari (16/10). (Dok : Istimewa)
Reruntuhan bangunan milik warga pasca gempa melanda Bali, Sabtu dini hari (16/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala -- Gempa bumi dengan magnitudo (M)4,8 terjadi terjadi di Bali, tepatnya 8 km barat laut Karangasem, pada Sabtu dini hari (16/10), pukul 03.18 WIB.

Guncangan gempa berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Provinsi Bali.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Arunala.com , Sabtu pagi (16/10) menyebutkan, BPBD Bali menginformasikan penanganan darurat masih berlangsung hingga saat ini.

Baca Juga

"Perkembangan informasi pada pukul 07.15 WIB, BPBD Karangasem menyebutkan satu warga meninggal dunia. Tim Basarnas masih melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan," tulis Abdul Muhari.

Sedangkan tujuh warga mengalami luka berat. Mereka yang luka-luka telah dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem.

Dampak guncangan di wilayah Kabupaten Bangli, lanjut Abdul Muhari, dua warga meninggal meninggal dunia dan telah dievakuasi ke puskesmas setempat.

Kemudian masih di wilayah tersebut, empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri.

Abdul Muhari menambahkan, dari keterangan BPBD Kabupaten Bangli, jalan menuju lokasi terdampak gempa tertimbun longsor.

Ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. Tim SAR akan menggunakan akses danau untuk proses evakuasi.

"Saat ini BPBD Kabupaten Karangasem dan Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian," sebutnya.

Keterangan tambahan yang didapat BPBD Kabupaten Bangli, sambung Abdul Muhari, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga selama 5 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.

Sementara itu, Abdul Muhari menyebutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M4,8 berpusat pada kedalaman 10 km.

Dilihat dari kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Denpasar, Karangasem, Lombok Utara berada pada IV MMI, sedangkan Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram III MMI.

Informasi sebelumnya yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan guncangan kuat dirasakan di beberapa wilayah.

Guncangan juga dirasakan sedang hingga kuat selama 3 hingga 5 detik di Kabupaten Karangasem, sedangkan guncangan kuat selama 5 detik dirasakan di Kota Denpasar.

Pascagempa M4,8, Pusdalops BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan informasi terkini.

"Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat," tulis Abdul Muhari.

Komentar