Mantan Sekko Padang Andree Harmadi Algamar Dilantik Jadi Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar

Metro- 12-02-2026 14:21
Mantan Sekko Padang Andree Harmadi Algamar saat dilantik Gubernur Mahyeldi jadi Kabiro Umum Setprov Sumbar, Kamis (12/2/2026). IST
Mantan Sekko Padang Andree Harmadi Algamar saat dilantik Gubernur Mahyeldi jadi Kabiro Umum Setprov Sumbar, Kamis (12/2/2026). IST

Padang, Arunala.com - Mantan Sekretaris Kota (Sekko) Padang Andree Harmadi Algamar dilantik menjadi Kepala Biro Umum Sektariat Provinsi (Setprov) Sumbar, Kamis (12/2/2026).

Prosesi pelantikan ini langsung dilakukan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Auditorium Gubernuran.

Selain Andree, Mahyeldi juga melantik 65 orang kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) se Sumbar di saat yang sama.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola birokrasi dan pendidikan di Sumbar, sekaligus momentum refleksi menjelang bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, tapi amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan spiritual.

"Terlebih menjelang Ramadan, ini menjadi pengingat bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban," ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan, seluruh proses pengisian jabatan telah melalui mekanisme sesuai sistem merit, mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi.

"Birokrasi yang kuat hanya bisa dibangun dengan orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat," tegasnya.

Khusus kepada Andree yang baru dilantik, Mahyeldi menekankan peran Biro Umum sebagai tulang punggung kelancaran administrasi dan dukungan teknis pimpinan.

Meski sering bekerja di balik layar, fungsi biro ini sangat menentukan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan tugas kepala daerah.

"Jika Biro Umum tertib dan sigap, kerja pimpinan akan lebih efektif. Sebaliknya, jika lamban dan tidak presisi, kebijakan bisa terhambat," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Loyalitas, menurutnya, harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan.

"Loyalitas itu penting, tetapi harus berjalan bersama integritas. Jangan ada toleransi terhadap hal-hal yang menyimpang dari aturan," ujarnya.

Kepada 65 Kepala SMA yang baru, Mahyeldi menegaskan sekolah memegang peran sentral dalam membentuk generasi masa depan bangsa.

Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

"Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi tempat membentuk karakter dan membangun peradaban," ucapnya.

Ia mendorong para kepala sekolah memperkuat literasi dan numerasi, inovasi pembelajaran, serta menanamkan nilai akhlak dan budaya kepada peserta didik. (*/dpg)

Komentar