Tekan Laju Inflasi di Sumbar, Mahyeldi Tawarkan Dua Pendekatan, Apa Itu..?

Ekonomi- 22-01-2026 18:58
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat kegiatan forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, di Padang, Kamis (22/1/2026). IST
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat kegiatan forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, di Padang, Kamis (22/1/2026). IST

.

Ia lalu menawarkan dua pendekatan utama untuk menekan laju inflasi di Sumbar, yakni pengendalian harga dalam jangka pendek serta penguatan ketahanan pangan daerah untuk jangka panjang.

"Untuk jangka pendek, kita harus memastikan harga tetap terkendali dan pasokan tersedia. Sementara untuk jangka panjang, ketahanan pangan daerah harus diperkuat agar tidak mudah terguncang oleh faktor bencana maupun fluktuasi permintaan," tegasnya.

Mahyeldi mengingatkan, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, komoditas utama penyumbang inflasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2024--2025, yakni cabai merah, bawang merah, dan beras. Sehingga, komoditas tersebut perlu menjadi fokus pengendalian bagi TPID ke depan.

Mahyeldi mengungkap, Pemprov Sumbar telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis untuk persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Di antaranya, mengajukan permintaan suplai cadangan pangan ke Bapanas, melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah dan operasi pasar, menjaga kelancaran distribusi pangan.

Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat kerja sama antar daerah, mengawasi praktik penimbunan dan spekulasi harga, serta melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan daya beli.

Hal tersebut dilaksanakan untuk menekan laju inflasi dan menjaga ketersediaan pangan di Sumbar jelang Ramadan dan Idul Fitri. (*/dpg)

Komentar