.
Karena itu, strategi pemulihan di Sumbar diarahkan pada pemulihan berbasis pengurangan risiko bencana, pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan kebencanaan, serta penguatan kolaborasi multipihak.
"Melalui forum ini, kita harapkan terjadi klarifikasi dan penyelarasan, khususnya terkait validasi data kerusakan dan kerugian, kesesuaian analisis zona rawan bencana, serta keterpaduan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.
Mahyeldi, juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas, BNPB, serta seluruh pihak yang terlibat, seraya menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk menindaklanjuti hasil konsultasi secara konsisten dalam kebijakan dan program pembangunan pascabencana.
"Kita ingin pemulihan di Sumbart berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan, dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama," tutup Mahyeldi.
Kegiatan konsultasi publik yang mengangkat tema "Strategi Pemulihan Area Terdampak Bencana di Provinsi Sumbar" ini, juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas.
Sekretaris Utama BNPB, jajaran OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumbar, serta para pemangku kepentingan terkait. (*/dpg)


Komentar