.
Dia melanjutkan, dengan menjadinya hub tourism, tentunya amenity hotel, restourant dan fasilitas lainnya dari pihak swasta di Mentawai sudah pasti akan akan disiapkan.
"Pengembangan ini pastinya beriringan dengan proses pembangunan bandara internasional yang lebih representatif di Mentawai yang dilakukan Pemprov Sumbar," tukuknya.
Zuhrizul menambahkan, secara budaya masyarakat asli Kabupaten Mentawai memang berbeda dengan daerah-daerah kabupaten kota lainnya di Sumbar.
"Nah, dengan keberagaman dan keunikan budaya inilah yang membuat Mentawai sangat memiliki potensi besar untuk wisatawan asing yang lebih menyukai wisata pantai (bahari),"
Kemudian, dari sisi pemerintahan, Zuhrizul meminta Pemprov Sumbar perlu juga meyakinkan pemerintahan pusat tentang potensi wisata yang dimiliki Mentawai ini.
"Bahwa Mentawai akan menjadi episentrum wisatawan manca negara di Indonesia Wilayah Barat di tambah lagi dengan potensi ombak surfing Mentawai yang mendunia," bebernya.
Ia juga membandingkan Sumbar dengan Sumut, dimana daerah tetangga itu memiliki 2 bandara internasional yakni Kuala Namu dan Sibolangit.
Sementara, terangnya, dari potensi wisatanya, daerah tetangga kita itu tidak jauh lebih bagus yang dimiliki Sumbar.
"Namun kenapa tidak Sumbar memiliki 2 bandara bertaraf internasional juga? Dengan adanya 2 bandara internasional wisatawan bisa lebih mudah mengakses ke Mentawai," pungkasnya.
Melihat kenyataan ini, dirinya menyarakan, Sumbar harus miliki ide ide lebih dan tidak lagi berkutat dengan hal-hal normatif.
Dan tidak menjadi perdebatan publik tentang bagaimana ekonomi Sumbar untuk bangkit di angka 3 persenan dan terbawah di Sumatera. (cpt)


Komentar