Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Terdeteksi Tsunami Kecil

Metro- 02-04-2026 08:43
Petugas kepolisian memeriksa puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa di tenggara Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. IST
Petugas kepolisian memeriksa puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa di tenggara Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. IST

Sulut, Arunala.com - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menyampaikan, berdasarkan data pemutakhiran, pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer.

"Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di wilayah Bitung dan sekitarnya," ujar Abdul Muhari.

Selain itu, gempa juga dirasakan kuat di Ternate, Provinsi Maluku Utara, sehingga membuat masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB.

"Kedua gempa susulan tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami, namun tetap dirasakan masyarakat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, dampak awal menunjukkan adanya kerusakan ringan hingga sedang di wilayah Ternate. Satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Bitung, pendataan masih terus dilakukan oleh BPBD setempat.

"Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB," jelas Abdul Muhari.

Meskipun tergolong kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.

Sehubungan dengan itu, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.

"Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan,"imbuh Abdul Muhari. (*/dpg)

Komentar