POGI Perkuat Kolaborasi Lewat SPRIN, Targetkan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi

Metro- 03-05-2026 17:57
Pengurus POGI Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai Pelantikan Kepengurusan POGI Sumatera Barat di Hotel Truntum Padang, Minggu (3/5/2026). IST
Pengurus POGI Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai Pelantikan Kepengurusan POGI Sumatera Barat di Hotel Truntum Padang, Minggu (3/5/2026). IST

.

Melalui program SPRIN, sebutnya, POGI menetapkan sepuluh fokus gerakan utama yang menyasar seluruh siklus kehidupan perempuan. Di antaranya adalah upaya melindungi perempuan dari kanker serviks melalui vaksinasi HPV dan skrining DNA HPV, mendorong perencanaan kehamilan yang matang, serta memastikan pengawalan kehamilan hingga proses persalinan berjalan aman dan sehat. "Selain itu, program ini juga bertujuan menjaga kesehatan perempuan hingga memasuki masa menopause agar tetap aktif dan produktif," tegasnya.

Menurut Budi Wiweko, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor atau pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Ia mencontohkan keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 yang hanya dapat diatasi melalui kerja sama berbagai pihak. "Kita belajar dari COVID-19, bahwa hanya dengan kolaborasi lintas sektoral, masalah besar bisa diatasi. Hal yang sama juga harus kita terapkan dalam menurunkan angka kematian ibu dan kanker serviks," katanya.

Sebagai langkah konkret, POGI menargetkan dukungan pemberian 5.000 vaksinasi HPV secara nasional pada tahun ini, dengan melibatkan seluruh cabang POGI, termasuk di Sumatera Barat. Selain itu, program pemberian multiple mikronutrien juga digencarkan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan menekan angka anemia yang saat ini mencapai sekitar 49 persen. "Kondisi anemia ini dinilai menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko perdarahan pada ibu hamil," tegasnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus POGI Sumbar yang baru. Organisasi profesi seperti POGI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, anak, dan reproduksi perempuan.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berkomitmen menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan layanan kesehatan yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan," ungkap Mahyeldi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang kuat dan merata.

Ia secara khusus menyinggung peran RSUP Dr. M. Djamil sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang diharapkan terus bersinergi dengan berbagai pihak. "Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan tepat waktu," ujarnyanext

Komentar