.
Edward menuturkan, perusahaan tersebut berawal dari CV Tjahaja Baru yang berdiri pada tahun 2015 sebelum kemudian berkembang dan bertransformasi menjadi PT Tjahaja Baru Agri pada tahun 2021. Sejak saat itu, perusahaan terus memperluas jaringan pemasaran dan memperkuat layanan guna memenuhi kebutuhan mekanisasi pertanian di Sumatera Barat dan Riau.
Saat ini PT Tjahaja Baru Agri memiliki kantor pusat di Padang dan kantor cabang di Pekanbaru. Keberadaan jaringan layanan tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan efektif bagi petani maupun pelaku usaha pertanian di kedua provinsi.
Edward menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi petani melalui penyediaan produk berkualitas, ketersediaan suku cadang asli, serta layanan purna jual yang berkelanjutan.
"Kami tidak hanya menjual alat dan mesin pertanian, tetapi juga memastikan petani mendapatkan dukungan teknis, ketersediaan suku cadang, serta layanan purna jual yang baik. Dengan demikian, penggunaan teknologi pertanian dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan," katanya.
Berbagai produk unggulan yang dipasarkan PT Tjahaja Baru Agri antara lain Combine Harvester DC-35 Pro yang cocok digunakan untuk lahan sawah berukuran kecil, Combine Harvester Kubota DCX100 yang handal untuk kondisi sawah dalam, serta Traktor L4028 dengan desain baru yang lebih lincah untuk berbagai aktivitas pengolahan lahan.
Selain itu, perusahaan juga menyediakan Traktor L5228, Disc Harrow untuk pengolahan tanah, Grass Cutter untuk pemeliharaan lahan, Front Loader, Front Dozer, Corn Kit, hingga Multi Seeder yang mendukung kegiatan budidaya jagung dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Melalui kemitraan ini, Bank Nagari dan PT Tjahaja Baru Agri optimistis dapat membangun ekosistem layanan pertanian yang lebih kuat dan terintegrasi. Sinergi antara lembaga perbankan dan penyedia teknologi pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani, mempercepat adopsi mekanisasi pertanian, memperkuat agribisnis daerah, serta mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.(*)


Komentar