Sambut Tim KSrelief, RS M. Djamil Perkuat Kolaborasi Bedah Jantung Anak

Kesehatan- 24-07-2026 15:33
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menjelaskan kesiapan pelaksanaan misi kemanusiaan kepada tim KSRelief saat telusur ke Ruang Kamar Operasi, Jumat (24/7/2026). HUMAS RS M. DJAMIL
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua menjelaskan kesiapan pelaksanaan misi kemanusiaan kepada tim KSRelief saat telusur ke Ruang Kamar Operasi, Jumat (24/7/2026). HUMAS RS M. DJAMIL

.

"Kami percaya kerja sama yang baik antara tim medis Arab Saudi dan Indonesia akan menghasilkan manfaat jangka panjang. Kami berharap hubungan ini terus berlanjut sehingga semakin banyak tenaga kesehatan yang memperoleh peningkatan kompetensi dan semakin banyak pasien anak yang dapat tertolong," katanya.

Usai acara penyambutan, delegasi KSrelief dan Muslim World League meninjau sejumlah fasilitas pelayanan yang akan digunakan selama pelaksanaan program. Rombongan mengunjungi ruang operasi, ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang istirahat tim medis, serta ruang pertemuan yang akan menjadi pusat koordinasi kegiatan selama misi kemanusiaan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksanaan Alih Iptekdok KSrelief RS M. Djamil, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, MARS, FICS, FISQua, menjelaskan program kemanusiaan yang diinisiasi KSrelief dan Muslim World League telah memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan layanan bedah jantung anak di Indonesia. Sebelum dilaksanakan di Padang, program serupa telah sukses digelar empat kali di RSUP H. Adam Malik Medan, tiga kali di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, serta satu kali di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

"Melalui berbagai misi tersebut, ratusan anak Indonesia telah memperoleh kesempatan menjalani operasi jantung yang sebelumnya sulit diakses," jelas Ardiansyah.

Ia menambahkan, pelaksanaan misi kemanusiaan di RS M. Djamil menjadi langkah strategis dalam memperluas pemerataan layanan bedah jantung anak di Pulau Sumatera. Pada pelaksanaan tahun ini, lebih dari 30 anak dengan kelainan jantung bawaan telah dipersiapkan untuk menjalani operasi setelah melalui proses seleksi multidisiplin berdasarkan indikasi medis, tingkat urgensi, kesiapan klinis, serta kelayakan tindakan guna memastikan setiap prosedur dilakukan sesuai standar keselamatan pasien.

"Seluruh pasien telah melalui proses seleksi multidisiplin berdasarkan indikasi medis, tingkat urgensi, kesiapan klinis, dan kelayakan tindakan sehingga pelayanan dapat berlangsung secara optimal dengan mengutamakan keselamatan pasien," ujarnya.

Ardiansyah menegaskan misi kemanusiaan ini merupakan investasi jangka panjang bagi pengembangan pelayanan bedah jantung anak di Indonesia. Melalui kolaborasi erat antara tim medis RS M. Djamil dengan para ahli dari KSrelief dan Muslim World League, diharapkan tercipta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem pelayanan, serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan bedah jantung berkualitas internasional tanpa harus meninggalkan daerah asalnyanext

Komentar