.
"Norwood Stage 1 merupakan salah satu operasi paling sulit dalam bedah jantung anak. Jika suatu saat tim RS M. Djamil mampu mengerjakannya secara mandiri, itu berarti rumah sakit ini telah mencapai level kompetensi yang sangat tinggi. Saya berharap kemampuan tersebut dapat segera terwujud sehingga semakin banyak anak Indonesia dengan kelainan jantung bawaan yang kompleks memperoleh harapan hidup yang lebih baik," kata Budi.
Usai pertemuan, Menteri Kesehatan bersama tim KSRelief dan dokter-dokter RS M. Djamil menuju Instalasi Bedah Sentral di lantai 1 untuk menyaksikan langsung proses operasi yang sedang berlangsung. Di ruang operasi, ia melihat kolaborasi erat antara dokter Indonesia dan para ahli dari Arab Saudi dalam menangani pasien anak dengan berbagai jenis kelainan jantung bawaan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Intensive Care Unit (ICU). Di ruang tersebut Menteri Kesehatan berdiskusi dengan dokter spesialis, perawat, perfusionis, hingga tenaga kesehatan dari KSRelief mengenai tata laksana pasien pascaoperasi, pelayanan intensif, serta proses transfer ilmu yang berlangsung selama program berlangsung.
Tidak hanya meninjau fasilitas, Menteri Kesehatan juga menyempatkan diri mengunjungi ruang rawat inap di Lantai III Gedung Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT). Ia berbincang langsung dengan pasien dan keluarga yang tengah mendampingi proses pemulihan anak-anak mereka. Kehadiran Menkes menjadi penyemangat tersendiri bagi para keluarga yang tengah menaruh harapan besar terhadap kesembuhan buah hati mereka.
Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas mengatakan kunjungan Menteri Kesehatan merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan layanan bedah jantung anak di RS M. Djamil.
"Kehadiran Bapak Menteri Kesehatan memberikan motivasi yang luar biasa bagi seluruh tenaga kesehatan kami. Ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas layanan melalui kolaborasi internasional mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Program alih ilmu pengetahuan dan teknologi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat peningkatan kompetensi tim kami sehingga ke depan semakin banyak pasien dapat ditangani di RS M. Djamil," ujarnya.
Menurut Dovy, manfaat program tersebut jauh melampaui jumlah operasi yang berhasil dilakukan selama misi berlangsung.
"Operasi memang menjadi hasil yang terlihat hari ini, tetapi warisan terbesar dari program ini adalah meningkatnya kemampuan dokter, perawat, perfusionis, hingga seluruh tim multidisiplin. Pengetahuan yang diperoleh akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi ribuan pasien pada masa mendatang," katanyanext


Komentar