Hari Pertama, Dua Desainer Australia Curi Perhatian di PFS 2026

Ekonomi- 09-08-2026 19:19
Model memperagakan busana rancangan desainer asal Australia Jade Kwan pada hari pertama Padang Fashion Summit 2026 di The ZHM Premiere Padang, Minggu (9/8/2026). IST
Model memperagakan busana rancangan desainer asal Australia Jade Kwan pada hari pertama Padang Fashion Summit 2026 di The ZHM Premiere Padang, Minggu (9/8/2026). IST

.

Sementara itu, panggung PFS 2026 juga mendapat sentuhan internasional melalui kehadiran dua desainer yang mewakili Australia, Jade Kwan serta Bella Farid by Nornabilah Zulkipli. Kehadiran keduanya memberi warna tersendiri dalam perhelatan fesyen tersebut.

PFS 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi desainer lokal untuk memperlihatkan karya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara kreativitas Minangkabau dengan perspektif desain dari luar Indonesia. Pertemuan tersebut membuka jalan bagi pertukaran gagasan sekaligus memperlihatkan bahwa budaya lokal memiliki ruang untuk berbicara dalam bahasa fesyen global.

Kehadiran dua desainer Australia juga memperkuat pesan yang ingin dibawa PFS 2026. Bahwa untuk menuju panggung dunia, kekayaan lokal tidak harus kehilangan identitasnya. Sebaliknya, identitas itulah yang dapat menjadi kekuatan utama ketika diterjemahkan secara kreatif. Di tengah perkembangan industri fesyen yang semakin terbuka, kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti tren, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan karakter yang tidak dimiliki daerah lain.

Minangkabau memiliki kekayaan tersebut. Wastra, motif, teknik kriya dan berbagai cerita budaya menjadi modal kreatif yang dapat terus dikembangkan. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan itu dikemas menjadi karya yang mampu diterima pasar tanpa kehilangan cerita yang berada di baliknya. PFS 2026 mencoba menjawab tantangan tersebut melalui pertemuan antara desainer, perajin dan industri kreatif.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan pengembangan potensi daerah tidak dapat dilakukan secara terpisah. Budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif harus bergerak dalam satu rangkaian yang saling memperkuat.

"Padang tidak hanya memiliki kekayaan kuliner, tetapi juga budaya, seni, fesyen dan berbagai kreativitas masyarakat. Semua potensi ini harus kita rangkai menjadi sebuah pengalaman yang utuh sehingga semakin memperkuat Padang sebagai kota yang memiliki daya tarik di tingkat internasional," ujar Maigus saat memberikan sambutan.

Menurutnya, kekuatan Padang sebagai kota gastronomi juga tidak sebatas pada makanan. Di dalamnya terdapat cerita, tradisi, seni, kreativitas serta identitas yang menjadi bagian dari pengalaman wisatawan. Karena itu, berbagai kegiatan dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Setiap kegiatan harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat, terutama bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, desainer dan perajinnext

Komentar