Perdana di Sumbagteng, RS M. Djamil Lakukan Operasi Bypass STA-MCA

Kesehatan- 13-08-2026 16:56
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara virtual memberikan apresiasi terhadap RS M. Djamil dan RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta atas kolaborasi yang dilakukan dalam pengembangan layanan bypass STA-MCA, Kamis (13/8/2026). HUMAS RS M. DJAMIL
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara virtual memberikan apresiasi terhadap RS M. Djamil dan RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta atas kolaborasi yang dilakukan dalam pengembangan layanan bypass STA-MCA, Kamis (13/8/2026). HUMAS RS M. DJAMIL

.

Direktur Utama RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS, mengatakan kegiatan proctoring merupakan bagian dari komitmen pengampuan nasional untuk memperkuat kapasitas rumah sakit jejaring.

Menurutnya, pemerataan layanan kesehatan tidak hanya membutuhkan pembangunan fasilitas, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta pembentukan tim yang mampu menangani kasus kompleks dengan standar pelayanan yang baik.

"Pengembangan layanan bypass STA-MCA di RS M. Djamil merupakan langkah penting dalam memperluas pemerataan pelayanan neurovaskular di wilayah Sumatera. Dengan adanya penguatan kompetensi dan fasilitas layanan di rumah sakit rujukan regional, proses penanganan pasien dengan kasus vaskular otak kompleks dapat dilakukan lebih dekat dengan daerah asal pasien," tegasnya.

Adin menjelaskan, tindakan bypass STA-MCA memiliki tingkat kompleksitas yang membutuhkan kesiapan seluruh anggota tim. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dokter operator, tetapi juga oleh koordinasi tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam seluruh rangkaian pelayanan.

"Tindakan ini membutuhkan tim yang solid. Bukan hanya dokter operator, tetapi seluruh tim yang terlibat harus memiliki kompetensi, komunikasi, dan koordinasi yang baik. Karena dalam tindakan neurovaskular seperti ini, setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan kerja sama yang sangat kuat," ujarnya.

Ia berharap pengalaman pelaksanaan tindakan perdana di RS M. Djamil dapat menjadi fondasi bagi pengembangan layanan serupa di rumah sakit lain di Sumatera.

Menurut Adin, pengampuan bukan sekadar proses memindahkan ilmu dari rumah sakit pusat kepada rumah sakit daerah. Lebih dari itu, pengampuan harus mampu membangun sistem, kompetensi, dan tim yang pada akhirnya dapat menjalankan pelayanan secara mandiri dengan standar yang sama.

"Harapan kami, RS M. Djamil bisa menjadi contoh bahwa dengan tim yang solid, kolaborasi yang kuat, dan proses pendampingan yang berkelanjutan, layanan yang sebelumnya hanya tersedia di pusat dapat dikembangkan di daerah. Ini yang kemudian bisa direplikasi dan menjadi model bagi rumah sakit lain di Sumatera," tegasnya.

Dari Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi juga memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, menyampaikan bahwa hadirnya layanan bypass STA-MCA di RS M. Djamil menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat dan wilayah sekitarnyanext

Komentar