.
Dengan penguatan jejaring tersebut, pasien dengan penyakit stroke maupun gangguan pembuluh darah otak yang membutuhkan tindakan bypass diharapkan dapat memperoleh pelayanan di pusat rujukan yang lebih dekat dengan daerah asalnya. "Sehingga saudara-saudara kita yang terkena stroke dan harus diberikan layanan ini tidak usah berobat ke Jakarta. Cukup dirujuk ke ibu kota provinsi terdekat di Sumatera," lanjutnya.
Budi juga meminta agar capaian tersebut tidak berhenti pada keberhasilan satu tindakan operasi. Menurutnya, kemampuan yang telah diperoleh RS M. Djamil harus terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah tindakan maupun kualitas pelayanan. Pada saat yang sama, rumah sakit juga diharapkan menjalankan fungsi pengampuan dengan membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada rumah sakit lain di Sumatera.
"Mohon terus semangat untuk meningkatkan layanan ini dalam menyelamatkan nyawa masyarakat di Sumatera. Dan jangan lupa tugasnya membagikan ilmunya dan mengajari ke seluruh RSUD provinsi agar bisa melakukan tindakan operasi bypass STA-MCA ini," ujarnya.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyebut pelaksanaan operasi tersebut sebagai momentum luar biasa sekaligus tonggak sejarah baru bagi pengembangan pelayanan neurovaskular di rumah sakit yang dipimpinnya.
" Hari ini menjadi momentum luar biasa dan tonggak sejarah baru dalam pelayanan neurovaskular di rumah sakit kita. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan tindakan operasi bypass STA-MCA yang pertama kali dilakukan di RS M. Djamil, sekaligus yang pertama di wilayah Sumatera Bagian Tengah," kata Dovy Djanas.
Menurut Dovy, capaian tersebut merupakan wujud nyata komitmen RS M. Djamil dalam mendukung transformasi layanan kesehatan, khususnya penguatan pelayanan rujukan sebagaimana yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.
Pengembangan layanan bypass STA-MCA juga menjadi bagian dari upaya mempercepat terbentuknya jejaring pengampuan dalam penanganan penyakit stroke dan gangguan vaskular otak. Melalui jejaring tersebut, kemampuan rumah sakit rujukan regional diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan yang sebelumnya terpusat di fasilitas tertentu dapat dikembangkan lebih dekat dengan masyarakat.
"Langkah besar ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung transformasi layanan primer dan rujukan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam akselerasi jejaring pengampuan penanganan penyakit stroke dan vaskular otak," ujarnyanext


Komentar