.
Sementara itu, dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS, dari RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, mengatakan kehadiran timnya di Padang merupakan bagian dari pelaksanaan pengampuan nasional sekaligus untuk memastikan prosedur bypass STA-MCA dapat dilaksanakan sesuai prinsip dan standar penanganan bedah vaskular otak.
"Kasus ini merupakan kasus yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang terencana. Kami datang ke Padang dalam rangka proctoring Bypass STA-MCA sekaligus melakukan pendampingan kepada tim RS M. Djamil," kata dr. Muhammad Kusdiansah.
Menurutnya, kolaborasi antara rumah sakit pengampu nasional dan rumah sakit rujukan daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pelayanan kesehatan, khususnya untuk menangani kasus-kasus bedah vaskular otak yang membutuhkan keahlian khusus.
"Pengampuan ini bukan hanya tentang pelaksanaan satu tindakan, tetapi juga bagaimana terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman kepada tim di rumah sakit yang kami dampingi. Harapannya, kemampuan pelayanan bedah vaskular di RS M. Djamil semakin kuat dan nantinya dapat menangani lebih banyak kasus kompleks," ujarnya.
dr. Kusdiansah menjelaskan, penanganan aneurisma pada anak membutuhkan perhatian khusus karena kondisi pasien memiliki tantangan tersendiri dibandingkan pasien dewasa. Setiap tahapan, mulai dari pemeriksaan, penentuan strategi operasi hingga pelaksanaan tindakan dan perawatan pascaoperasi, harus dilakukan secara cermat.
"Pasien masih berusia lima tahun sehingga tentu ada tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik antara seluruh tim dan persiapan yang matang sebelum tindakan dilakukan," tukasnya.(*)


Komentar