.
Rahmat turut mendorong adanya indikator keberhasilan yang terukur.
Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah koperasi yang telah berdiri, tetapi harus melihat kinerja bisnis dan manfaat ekonominya.
"Kita ingin Koperasi Merah Putih menjadi pusat ekonomi desa, bukan sekadar pusat administrasi," katanya.
Rahmat menilai keberhasilan program tersebut pada akhirnya ditentukan oleh seberapa banyak masyarakat desa yang mengalami pertumbuhan ekonomi karena keberadaan koperasi, bukan dari banyaknya bangunan yang telah selesai.
"Dengan ukuran tersebut, keberadaan koperasi dapat dinilai dari aktivitas usaha nyata, manfaat yang dirasakan warga, serta kontribusinya terhadap ekonomi desa secara berkelanjutan dan kinerja bisnisnya," harapnya. (*/cpt)


Komentar