.
"Pegawai akan mencintai perusahaan dan masyarakat serta nasabah akan mendukung karena perusahaan ini diurus dan dihuni oleh orang-orang baik dan tulus. Dengan sendirinya, pencapaian kinerja akan mudah diperoleh," ungkapnya.
Gusti mengingatkan prinsip pembangunan berkelanjutan harus diwujudkan melalui keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perusahaan memang perlu mengejar keuntungan untuk menjaga kelangsungan usaha, tetapi pencapaian tersebut tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab terhadap kemanusiaan dan kelestarian bumi.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar bumi tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Karena itu, dunia usaha perlu menyeimbangkan upaya memperoleh keuntungan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Bumi ini mesti kita jaga dan titipkan kepada generasi masa datang agar tetap memberikan manfaat dan keberlanjutan kepada semua umat manusia. Mari kita jaga keseimbangan antara mencari profit dan perhatian terhadap kemanusiaan dan bumi yang kita tinggali," pungkasnya.
TOP SDGs Award 2026 diselenggarakan oleh TRAS N CO Indonesia bersama media INFOBRAND.ID. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, ajang ini memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai mampu menyelaraskan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan strategi bisnis serta pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong dunia usaha di Indonesia agar semakin serius mengintegrasikan prinsip SDGs ke dalam kegiatan operasional. Perusahaan diharapkan tidak hanya menjadikan keberlanjutan sebagai komitmen tertulis, tetapi juga mewujudkannya melalui program nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam proses penilaian TOP SDGs Index 2026, penyelenggara menggunakan metode desk research dengan menganalisis laporan keberlanjutan atau sustainability report perusahaan tahun 2025 yang telah dipublikasikan secara resmi.Riset tersebut mencakup lebih dari 500 perusahaan di Indonesia, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), anak perusahaan BUMN, perusahaan publik, hingga perusahaan swasta nasional. Penilaian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi bagian dari kebijakan dan pelaksanaan kegiatan usaha masing-masing perusahaan.
CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, menjelaskan penilaian didasarkan pada tiga aspek utama yang saling berkaitan, yakni SDGs Initiative, SDGs Implementation, dan CSR/TJSL Funds. Aspek SDGs Initiative menilai inisiatif, konsep, dan gagasan perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip SDGs ke dalam aktivitas bisnis, baik secara internal maupun eksternal. Penilaian ini mencakup upaya perusahaan dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari strategi dan pelaksanaan kegiatan usaha.
Selanjutnya, aspek SDGs Implementation berfokus pada pelaksanaan program keberlanjutan berdasarkan informasi yang tercantum dalam laporan resmi perusahaan. Aspek ini digunakan untuk melihat bagaimana komitmen dan inisiatif yang telah dirancang diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata.Sementara itu, aspek CSR/TJSL Funds menilai alokasi dan realisasi anggaran yang digunakan untuk mendukung program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Tri Raharjo menyebutkan ketiga aspek tersebut memungkinkan penilaian dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari gagasan dan komitmen perusahaan, pelaksanaan program, hingga dukungan pendanaan untuk kegiatan sosial dan lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya dinilai berdasarkan pernyataan mengenai pentingnya keberlanjutan, tetapi juga berdasarkan informasi yang dipublikasikan mengenai pelaksanaan program dan dukungan sumber daya yang disediakan.
Sementara itu, CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih, menyampaikan perusahaan yang masuk dalam jajaran TOP 150 merupakan perusahaan yang memperoleh skor akhir minimal 70 poin berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan.
"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi dunia usaha bahwa aktivitas bisnis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan. Keberhasilan perusahaan tidak cukup hanya diukur melalui pencapaian finansial, tetapi juga perlu dilihat dari kontribusi yang diberikan terhadap pembangunan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Penerapan prinsip SDGs semakin penting di tengah kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan diharapkan mampu membangun kegiatan usaha yang bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bagi Bank Nagari, penghargaan TOP SDGs Award 2026 menjadi momentum untuk terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah, nasabah, mitra usaha, dan masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. (*next


Komentar