HICF 2026 Dibuka, Mahyeldi Dorong Lembah Harau Mendunia

Wisata- 04-11-2026 10:57
Gubernur Mahyeldi saat membuka Opening Ceremony HICFEST 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026) malam. IST
Gubernur Mahyeldi saat membuka Opening Ceremony HICFEST 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026) malam. IST

Limapuluh Kota, Arunala.com - Lembah Harau didorong menjadi salah satu destinasi panjat tebing berkelas internasional sekaligus magnet wisata olahraga Sumatera Barat (Sumbar).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai, potensi alam Harau harus dikelola lebih serius agar mampu menarik wisatawan dan pemanjat tebing dari berbagai negara.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Opening Ceremony Harau International Climbing Festival (HICFEST) 2026 di kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (3/11/2026) malam.

Festival yang berlangsung 3--7 November 2026 itu diikuti sekitar 300 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan panjat tebing internasional tersebut dipusatkan di empat lokasi, yakni Tebing Aka Barayun, Tebing Echo, Tebing Pataki, dan Tebing Konoha.

Mahyeldi berharap festival ini menjadi momentum memperkenalkan potensi Lembah Harau kepada komunitas panjat tebing dunia sekaligus memperluas promosi pariwisata Sumbar.

"Melalui HICFEST 2026, kita berharap Harau semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Potensi alam yang dimiliki kawasan ini sangat luar biasa dan memiliki banyak pilihan aktivitas wisata, salah satunya panjat tebing," ujar Mahyeldi.

Menurutnya, penyelenggaraan festival berskala internasional harus diikuti dengan pembenahan kawasan wisata secara menyeluruh.

Pemkab Limapuluh Kota bersama seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat penataan kawasan, infrastruktur, fasilitas pendukung, serta kesiapan masyarakat dalam menyambut wisatawan.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya keramahan atau hospitality masyarakat setempat.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan harus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat, sehingga warga perlu dipersiapkan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung domestik maupun mancanegara.

"Jangan sampai potensi wisata kita luar biasa, tetapi pelayanan kepada pengunjung justru menjadi persoalan. Parkir harus tertata, pelayanan harus baik, dan tidak boleh ada praktik premanisme. Kita ingin wisatawan yang datang merasa nyaman dan seperti berada di rumah sendiri," tegasnyanext

Komentar