Festival Literasi Budaya 2026: Ratusan Peserta Padati Karnaval Baju Kuruang Basiba di Pariaman

Wisata- 04-10-2026 13:55
Bunda Literasi Pariaman, Yosnely Balad melepas peserta Karnaval Baju Kuruang Basiba di halaman Balaikota Pariaman, Minggu (4/10/2026). IST
Bunda Literasi Pariaman, Yosnely Balad melepas peserta Karnaval Baju Kuruang Basiba di halaman Balaikota Pariaman, Minggu (4/10/2026). IST

Pariaman, Arunala.com - Pemko Pariaman menggelar Karnaval Baju Kuruang Basiba sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Budaya 2026 untuk melestarikan busana adat dan nilai leluhur perempuan Minangkabau, Minggu (4/10/2026).

Acara yang dibuka oleh Bunda Literasi Pariaman, Yosnely Balad, ini menekankan, busana tersebut menyimpan makna martabat dan kehormatan yang merepresentasikan wujud nyata literasi budaya. You can read the full analysis at Pemerintah Kota Pariaman.

Usai pelepasan karnaval, Yosnely Balad menyampaikan, rasa bangganya dapat berada di tengah-tengah Bundo Kanduang, para pendidik, pegiat literasi, orang tua, anak-anak, dan generasi muda yang mengenakan Baju Kuruang Basiba.

"Karnaval Baju Kuruang Basiba yang dilaksanakan sebagai bagian dari Festival Literasi Budaya, kita tidak hanya sedang menyaksikan sebuah parade busana adat, tetapi sedang membaca kembali lembaran-lembaran sejarah dan nilai-nilai luhur bangsa,"ujarnya.

Baju Kuruang Basiba, jelasnya, bukan sekadar pakaian. Di dalam lipatan ketiaknya (basiba), dalam garis potongannya yang lapang dan santun, tersimpan makna keanggunan, martabat, kerendahan hati, serta kehormatan seorang perempuan Minangkabau.

Inilah bentuk nyata dari Literasi Budaya, kemampuan untuk memahami, memaknai, dan melestarikan simbol-simbal kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman. (*/cpt)

Komentar