Genius Paparkan Smart City di Forum Apeksi

Metro- 13-10-2021 15:26
Wali Kota Pariaman, Genius Umar menghadiri Indo Smart City Forum and Expo 2021 di Yogyakarta, Rabu (13/10). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar menghadiri Indo Smart City Forum and Expo 2021 di Yogyakarta, Rabu (13/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Sebanyak 53 orang wali kota se Indonesia menghadiri Indo Smart City Forum and Expo 2021 di Yogyakarta, Rabu (13/10).

Forum yang dihadiri oleh anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini mengusung tema membangun ekosistem smart city berkelanjutan bagi penanggulangan pandemi.

Forum yang dibuka Menkomarves RI, Luhut Binsar Panjaitan secara daring itumenekankan pentingnya smart city untuk menunjang pemerintahan daerah apalagi dimasa pandemi ini.

Baca Juga

"Revolusi 4.0 telah membawa perubahan yang drastis terhadap pemerintahan. Apalagi sejak pandemi, digitalisasi terasa sangat penting dalam menjalankan roda pemeritahan", ungkapnya.

Luhut menegaskan forum ini menjadi kesatuan gerak pemerintah kota se Indonesia untuk memanfaatkan momentum pandemi dan digitalisasi.

Sementara ketua Apeksi, Arya Bima menuturkan forum ini tepat diadakan ketika kasus Covid sudah terkendali dan melandai.

"Penanganan Covid di Indonesia diapresiasi dunia karena penanganannya memiliki rantai birokrasi yang jelas dari pusat sampai pemerintahan terbawah," katanya.

Dimasa pandemi ini kita dipaksa beradaptasi dengan cara cerdas dan efisien.

"Sekarang pertemuan bisa menggunakan apliksi seperti zoom, sehingga pertemuan bisa dengan cepat dilakukan mulai dari menteri sampai lurah dalam satu aplikasi," sambung Arya Bima.

Dia menegaskan, smart city tidak hanya instal sofware namun yang lebih menantang adalah perubahan perilaku.

"Zoom adalah perubahan perilaku, pembayaran online perubahan perilaku, aplikasi peduli lindungi adalah perubahan perilaku," ucapnya lagi.

Sedangkan Wali Kota Pariaman, Genius Umar yang juga hadir pada kesempatan itu menyampaikan Pemko Pariaman serius mewujudkan smart city di kotanya.

"Smart city tidak hanya digitalisasi, namun bagaimana menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik yang efektif dan efisien," ungkap Genius.

Terbukti, lanjutnya pelayanan publik terus dibenahi seperri menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP), menghadirkan ruangan pelayanan capil yang baru dengan kenyamanan dan keramahan serta pelayanan digital.

"Dengan masuknya pandemi ini semua pihak dipaksa untuk menyelenggarakan pelayanan berbasis digital. Momen ini akan kami manfaatkan untuk pengembangan smart city ini," tutup Genius.

Komentar