Mahasiswa Kupas Implementasi KIP di Sumbar

Edukasi- 20-11-2021 13:20
Mahasiswa peserta debat coba jelaskan pemahaman mereka tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada acara debat yang diadakan Jurusan Sosiologi FIS UNP, Sabtu (20/11). (Dok : Istimewa)
Mahasiswa peserta debat coba jelaskan pemahaman mereka tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada acara debat yang diadakan Jurusan Sosiologi FIS UNP, Sabtu (20/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, gelar debat antar mahasiswa se Sumbar. Topik debat yang diangkat terkait sejauh mana para mahasiswa itu mengenal dan mengerti apa itu Keterbukaan Infomasi Publik (KIP).

Kegiatan debat yang dilaksanakan pada Sabtu (20/11) di Kampus UNP Padang dalam rangka kegiatan Sociology Week Vol.II -- 2021 itu diikuti Dua belas tim dari berbagai kampus.

Nyatanya, dalam debat itu, diketahui masih ada sejumlah mahasiswa tersebut yang belum mengenal dan mengerti apa itu Keterbukaan Infomasi Publik (KIP).

Baca Juga

Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska menyebut kegiatan ini sebagai salah satu upaya KI dalam memberikan pemahaman tentang KIP kepada mahasiswa.

"Mahasiswa menjadi sasaran utama KI Sumbar dalam sosialisasi masif yang dilakukan, karena mahasiswa seharusnya terdepan dalam pengetahuan dan pemahaman tentang KIP dan diharapkan menjadi pengawal keterbukaan informasi publik," papar Nofal Wiska dalam acara debat itu.

Sementara, Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi FIS UNP, Eka Vidya Putra menjelaskan kegiatan debat ini bisa meningkatkan wawasan mahasiswa dalam merespon perkembangaj zaman.

"Input dari luar akan jadi amunisi bagi mahasiswa untuk melakukan perubahan, melalui kegiatan ini input tentang keterbukaan informasi bisa dijadikan ide untuk perubahan pola pikir dan pola sikap mahasiswa," tutur Eka Vidya Putra.

Sedangkan, komisioner KI Sumbar yang lainnya, Tanti Endang Lestari menilai mahasiswa adalah bagian dari generasi perubahan yang harus berpartisipasi aktif dalam hal keterbukaan informasi publik. Karakter generasi milenial yang positif perlu terus dibangun.

Menyinggung penilaian debat yang dilakukan Tanti, dirinya menyatakan secara substansi, peserta debat ini cukup memahami tentang isu-isu keterbukaan informasi publik.

"Semoga kegiatan ini memberikan pemahaman lebih dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari," pungkas Tanti.

Komentar