Mendes PDTT Bakal Hadir di Pessel

Metro- 01-12-2021 21:33
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar saat diwawancarai setelah lakukan audiensi dengan pihak Kemendes PDTT, Rabu (1/12). (Dok : Istimewa)
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar saat diwawancarai setelah lakukan audiensi dengan pihak Kemendes PDTT, Rabu (1/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halik Iskandar bakal hadir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk memperingati Hari Bakti Transmigrasi Nasional 2021.

Rencana kehadiran Mendes PDTT di Pessel pada hari Minggu (12/12) itu, dikatakan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar saat diwawancarai Arunala.com di Jakarta, Rabu (1/12).

"Agenda akan hadirnya Pak Abdul Halim Iskandar itu berkaitan peringatan Hari Bakti Transmigrasi Nasional 2021 yang dipusatkan di Painan, Pessel," kata Rusma Yul Anwar.

Baca Juga

Rusma Yul Anwar mengaku, kabar akan datangnya Mendes PDTT itu, setelah dirinya beraudensi dengan Menteri di kantor Kementerian PDTT, Selasa (30/11) kemarin.

Audensi yang dilakukan dirinya ke kementerian itu berdasarkan adanya tawaran dari pihak kementerian tersebut, apalagi di Pessel ada dua lokasi transmigrasi yaitu di Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut.

Rusma Yul Anwar menilai, adanya tawaran dari Kemendes PDTT itu mungkin saja dengan melihat cukup banyaknya warga transmigrasi di Pessel sejak 1973 itu sudah banyak yang berhasil.

Karena, lanjutnya, rata-rata dari warga trans itu memiliki kebun sawit seluas satu sampai dua hektare (ha), dan dengan harga jual sawit saat ini cukup bagus dan itu cukup menjanjikan bagi ekonomi mereka.

"Nah, mungkin ini jadi salah satu kepercayaan pihak Kemendes PDTT menunjuk Kabupaten Pessel sebagai tempat pelaksanaan Hari Bakti Transmigrasi Nasional tahun ini," ungkap Rusma Yul Anwar lagi.

Pertimbangan lainnya dari Kemendes PDTT menunjuk Pessel, sambung dia, karena dua lokasi transmigrasi yang ada itu, tidak ada munculnya persoalan-persoalan yang berarti di dua tempat itu sampai sekarang.

"Bahkan, sejak lokasi transmigrasi yang dibuka sejak 1973 di Pessel itu, justru kehidupan dua etnis yang berbeda di daerah transmigrasi ini malah hidup berdampingan," kata Rusma Yul Anwar.

Komentar