Luncurkan Aksi Perubahan Sekolah Siaga Kependudukan

Metro- 04-12-2021 06:10
Penandatanganan MoU program Sekolah Siaga Kependudukan antara DPPKB dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Cabang Dinas Wilayah II Diknas Sumbar, Jumat (3/12). (Dok : Istimewa)
Penandatanganan MoU program Sekolah Siaga Kependudukan antara DPPKB dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Cabang Dinas Wilayah II Diknas Sumbar, Jumat (3/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Pemkab Padangpariaman meluncurkan Aksi Perubahan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Aksi ini merupakan aplikasi dari sebuah inovasi menyangkut literasi kependudukan kepada masyarakat di kabupaten ini.

Inovasi itu dinamakan Aksi Siaga Kependudukan untuk Remaja Kekinian (Asam Durian), dan diresmikan penggunaannya di SMAN 1 Enam Lingkung, Nagari Parit Malintang, Jumat (3/12) lalu.

Baca Juga

Asisten Administrasi Umum Setkab Padangpariaman, Fakhriati mengatakan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki amanah untuk memberikan literasi tentang kependudukan.

"Ini bertujuan agar masyarakat sadar dari pentingnya manfaat yang harus disiapkan dan digunakan, serta permasalahan- permasalahan yang harus dihindari dari dampak kependudukan, salah satunya melalui Sekolah Siaga Kependudukan," kata Fakhriati.

Konsep Sekolah Siaga Kependudukan melalui Inovasi Asam Durian ini, sebutnya, adalah materi Kependudukan yang diintegrasikan dengan mata pelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan, sehingga bukan mata pelajaran baru.

Dan ini tidak menambah jam pelajaran dan tidak juga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Namun, justru mempertajam materi yang dibahas.

"Diharapkan, program ini mampu menjadi wadah bagi program- program yang digulirkan BKKBN. Seperti PIK-Remaja, GenRe Goes To School, dan lain- lain. Sehingga program ini dapat berjalan berdampingan dan simultan", jelasnya lagi.

Dia menambahkan, Sekolah Siaga Kependudukan yang didukung dengan pojok kependudukan (Population Corner), diharapkan mampu menjadi salah satu sumber dan bacaan belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan karakter generasi berencana.

"Agar Program ini dapat berjalan dengan baik dan sukses, tentu diperlukan sinergitas dari berbagai pihak. Terutama dari guru dan murid yang menjadi subjek utama dalam program ini," terang Fakhriati.

Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk (Daduk) BKKBN Sumbar Marda Yendri memberikan apresiasi kepada DPPKB Padangpariaman yang memiliki banyak program terkait pengendalian kependudukan, dan juga mendukung program dari pemerintah pusat.

"Dengan launching-nya inovasi Asam Durian ini, menambah program dalam pengendalian kependudukan. Sehingga dapat dipersiapkan generasi penerus lebih matang dan lebih berkompetisi," ungkapnya.

Sementara itu, Yusra Zein selaku reformer peserta PKA angkatan VII Regional Makasar Tahun 2021 mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena mengingat banyaknya kasus pernikahan usia muda dan kasus kenakalan usia muda juga meningkat, karenanya perlu penanganan khusus dalam meminimalisir kasus tersebut.

"Kami mengajak seluruh generasi muda, agar menyiapkan diri dalam menghadapi era demografi. Karena tantangannya lebih berat, dimana kita harus berpacu dengan teknologi. Yang butuh kecepatan, kecermatan dan kepintaran dalam memanfaatkan teknologi," kata Yusra Zein.

Komentar