Padang, Arunala.com--Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia dengan menyelenggarakan upacara Wisuda I Tahun 2026 pada Sabtu (14/2/2026). Dalam momentum tersebut, kampus tertua di Pulau Sumatera ini resmi melepas sebanyak 1.333 lulusan yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma III, Sarjana (S-1), Magister (S-2), Doktor (S-3), hingga jenjang Spesialis 1, Spesialis 2, dan Profesi. Ribuan wisudawan ini kini bersiap melangkah ke tengah masyarakat membawa bekal keilmuan yang telah ditempa selama masa studi di kampus hijau Limau Manis tersebut.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., menekankan dunia sedang berada dalam ancaman serius akibat risiko disinformasi dan misinformasi yang bergerak dengan kecepatan akselerasi yang tidak terbayangkan sebelumnya. "Fenomena "tsunami informasi" ini telah menciptakan sebuah realitas baru di mana fakta sering kali terkubur di bawah tumpukan data palsu yang dikemas dengan sangat rapi oleh teknologi," kata Rektor usai Wisuda yang dilangsungkan di Auditorium Unand.
Rektor memperingatkan masyarakat kini berada di titik di mana batas antara kebenaran objektif dan fabrikasi digital menjadi sangat tipis. Sehingga sulit bagi mata awam untuk membedakan mana konten yang orisinal dan mana yang manipulatif. "Kondisi tsunami informasi ini berpotensi mengaburkan kompas kebenaran di tengah masyarakat jika tidak dihadapi dengan kesiapan mental yang kuat. Oleh karena itu, Universitas Andalas tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang ahli secara teknis, tetapi lebih penting lagi adalah melahirkan wisudawan yang memiliki nalar kritis yang tajam," tegas Rektor.
Para alumni, tutur Efa Yonnedi, dituntut untuk memiliki kemampuan menyaring arus informasi yang meluap, selalu mempertanyakan validitas setiap data yang masuk, serta mampu menguji kebenaran dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang logis atau tidaknya sebuah informasi. "Kemampuan berpikir kritis inilah yang akan menjadi benteng utama bagi para lulusan agar tidak hanyut dalam arus opini yang menyesatkan," ucapnyanext


Komentar