Pedagang kembali Demo, Ahmad Yani: Kecewa Wali Kota Padang Tak Temui Massa

Metro- 11-02-2026 19:21
Koodinator aksi demo pedagang, Ahmad Yani (kemeja putih) bersama para pedagang saat demo di depan rumah dinas Wali Kota Padang, Rabu (11/2/2026). (dok : arunala.com)
Koodinator aksi demo pedagang, Ahmad Yani (kemeja putih) bersama para pedagang saat demo di depan rumah dinas Wali Kota Padang, Rabu (11/2/2026). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Sejumlah pedagang Pasar Raya Padang kembali lakukan aksi demonya didepan rumah dinas Wali Kota Padang, Rabu (11/2/2026)

Unjuk rasa kali ini merupakan lanjutan dari aksi serupa yang dilalukan para pedagang pada Senin (9/2/2026) kemarin.

Pada aksi kali ini, pedagang menyampaikan kekecewaannya karena merasa aspirasi mereka belum ditanggapi dari Pemko Padang.

Koordinator aksi, Ahmad Yani, mengatakan, hingga aksi kedua digelar, Wali Kota Padang belum juga menemui para pedagang untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.

"Alhamdulillah, hari ini kami kembali lanjut aksi lagi. Namun sampai sekarang, Pak Wali tidak mau menerima aspirasi masyarakat dan tidak menemui kami," ujar Ahmad Yani kepada wartawan.

Ia mengaku kecewa terhadap sikap pimpinan daerah yang dinilai tidak menggubris keluhan pedagang pasar.

Menurutnya, para pedagang juga merupakan bagian dari warga Kota Padang yang berhak didengar aspirasinya.

"Kami kecewa terhadap pemimpin Kota Padang yang tidak menemui masyarakatnya. Kami ini pedagang pasar, tapi tetap warga kota yang berhak menyampaikan aspirasi," tegasnya.

Terkait pertemuan dengan Pj Sekretaris Kota (Sekko) Padang, pada Senin (9/2/2026) lalu, Ahmad Yani menyebut tidak ada solusi yang dihasilkan.

Ia mengatakan sebagian besar aspirasi dan permohonan pedagang hanya dijawab dengan penolakan.

"Pertemuan dengan Sekko kemarin tidak ada solusi. Beberapa pertanyaan dan permohonan kami jawabannya hanya tidak bisa,"" katanya.

Dalam aksi tersebut, pedagang meminta agar rencana pemindahan pedagang di selasar ditunda sementara, setidaknya hingga setelah Ramadan dan Idul Fitri.

Pasalnya mereka berharap pembahasan lebih lanjut dapat dilakukan usai Lebaran.

"Kami meminta kepada Bapak Wali Kota agar pemindahan pedagang selasar ditunda dulu karena sudah mendekati Ramadan. Setelah Lebaran, kita bisa duduk bersama dan membicarakannya kembali," pungkasnya.

Dia menambahkan,aksi ini terus berlanjut, rencana waktu carfree day Minggu (15/2/2026) juga akan lakukan aksi demo.

"Pedagang sudah memasukan surat ke DPRD Padang untuk audiensi bersama pedagang berharap walikota Padang hadir,"pungkas dia.

Para pedagang berharap Pemko Padang dapat mempertimbangkan tuntutan tersebut dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik. (dpg)

Komentar