FPK Sumbar Diberi Pemahaman 4 Pilar MPR RI

Metro- 24-12-2021 09:51
Anggota MPR RI unsur DPD, Alirman Sori berikan pemahaman 4 Pilar MPR RI kepada anggota FPK Sumbar di Resto Pucuk Merah, Kota Padang, Kamis (23/12) kemarin. (Dok : Istimewa)
Anggota MPR RI unsur DPD, Alirman Sori berikan pemahaman 4 Pilar MPR RI kepada anggota FPK Sumbar di Resto Pucuk Merah, Kota Padang, Kamis (23/12) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Alirman Sori, gelar sosialisasi 4 Pilar MPR bekerjasama dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumbar di Resto Pucuk Merah, Kota Padang, Kamis (23/12) kemarin.

Forum Pembauran Kebangsaan adalah merupakan perkumpulan berbagi etnis di Sumatera Barat (Jawa, Batak, Melayu, Bali, Flores, Nias) dan etnis lainnya yang merupakan perkumpulan yang pembauran keberagaman di Sumbar.

"Saya mengapresiasi keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wadah berhimpun etnis dalam keberagaman dan inilah bentuk konkrit implementasi Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara "kita berbeda tapi satu dalam kebangsaan"," ujar Alirman Sori di hadapan peserta sosialisasi itu.

Baca Juga

Alirman Sori menegaskan, sebagai bangsa dan negara yang yang terlahir dari rahim keberagaman, dan itu sangat patut disyukuri.

"Karena itu membuat kita kokoh bersatu dalam perbedaan yang multi etnis, bahasa, budaya dan agama. Semoga kekompakan dan semangat kekeluargaan selalu terjalin dan meneguhkan semangat kebangsaan," pintanya.

Lebih lanjutkan Alirman Sori menyatakan, berharap sebagai anak bangsa dan sebagai warga negara, semua berkewajiban secara bersama-sama menjaga, memelihara dan merawat kebhinnekaan.

"Kebhinnekaan adalah modal dasar dan modal besar bangsa yang harus menjadi spirit kebersamaan untuk memajukan bangsa," tegas dia.

Di samping itu, Alirman Sori yang juga merupakan mantan wartawan itu mengingatkan, pengaruh globalisasi dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat menuntut semua lapisan warga harus menjadi insani yang adaptif.

Dunia globalisasi, menurut Alirman Sori telah meruntuhkan batas antar negara, sehingga menyatukan dalam komoditas masyarakat dunia. Penyatuan ini adalah disebabkan oleh kemajuan industri teknologi informatika yang serba digitalisasi.

Dia menlanjutnya, percepatan pertumbuhan teknologi informatika berimplikasi positif bagi yang memiliki ilmu pengetahuan dan sebaliknya dapat berpotensi negatif bagi yang tidak memiliki ilmu pengetahuan yang memadai.

Indonesia sebagai bangsa yang besar, terang dia, memiliki jumlah penduduk 270 jiwa lebih, telah menjadi perhatian dunia. Bangsa yang besar dan multi etnis, hidup rukun dan damai, telah membuka mata dunia untuk ingin tahu kenapa bisa menyatu dalam keberagaman.

"Untuk itu segenap anak bangsa harus meneguhkan jiwa nasionalisme bela negara agar kerukunan terjaga dan terawat secara baik," tutur Alirman Sori lagi.

Senator asal Sumbar ini menyebutkan, salah satu benteng pertahanan kebangsaan Indonesia terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (AHTG) adalah dengan mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).

Menurut Alirman Sori, 4 Pilar Kebangsaan mengandung nilai-nilai yang sangat fundamental sebagai national defense.

"Untuk itu anak bangsa dan semua warga negara Indonesia harus melaksanakan nilai-nilai kebangsaan 4 Pilar," tegas Alirman Sori.

Ketua FPK Sumbar, Otong Rosadi, menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan FPK Sumbar hari itu.

"Saya sangat berharap kegiatan 4 pilar ini dapat menambah wawasan kebangsaan peserta sosialisasi dan melalui kegiatan ini akan memperkokoh kedaulatan kebangsaan," ujar Otong.

Pada sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini dihadiri juga Dosen Hukum Tata Negara Universitas Eka Sakti (UNES) Padang, Desmon dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Dr.Otong Rosadi.,SH.,M.Hum yang juga merupakan Rektor UNES.

Komentar