Sumbar MoU dengan BPJS Kesehatan Sumbagteng

Metro- 11-01-2022 08:30
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi, Eddy Sulistijanto Hadie, sesuai tandatangani MoU bidang JKN, Senin (10/1) kemarin. (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi, Eddy Sulistijanto Hadie, sesuai tandatangani MoU bidang JKN, Senin (10/1) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan BPJS Kesehatan Sumbagteng dan Jambi, jalin kerjasama di bidang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penandatanganan nota kerjasama (MoU) kedua pihak ini dilakukan langung Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi, Eddy Sulistijanto Hadie, di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Senin (10/1) kemarin.

Nota kesepakatan ini berisi tentang kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemprov Sumbar, pada Program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato.

Baca Juga

Selain penandatanganan nota kesepakatan program JKN oleh Gubernur, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan rencana kerja Pemprov Sumbar tahun 2022 oleh Kepala Dinas Kesehatan, Arry Yuswandi, bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Yessi Rahimi.

Mahyeldi menyambut baik atas ditandatanganinya nota kesepakatan tersebut.

Menurutnya, program JKN BPJS kesehatan ini dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sumbar, dengan menyiapkan anggaran untuk tahun 2022 ini sebesar Rp95 miliar rupiah.

"Jumlah anggaran yang dibantu melalui program JKN tersebut makin bertambah tiap tahun. Hal ini karena disesuaikan dengan jumlah masyarakat Sumbar yang dibantu melalui JKN ini," kata Mahyledi.

Dirinya berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat Sumbar yang berpendapatan rendah dan membutuhkan pelayanan kesehatan, agar dapat terlayani dengan baik.

"Adanya komitmen kerjasama hari ini (Senin, red) dalam pengamanan BPJS untuk warga di Sumbar, pelayanan kesehatan untuk warga di rumah sakit yang selama ini belum maksimal, bisa menjadi lebih baik lagi," ujar Mahyeldi lagi.

Adapun Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi, Eddy Sulistijanto Hadie mengucapkan terima kasih atas kerja sama Pemprov Sumbar dan BPJS Kesehatan.

Eddy juga mengapresiasi atas bantuan Gubernur sehingga pembayaran BPJS Kesehatan program JKN ini berjalan lancar untuk Provinsi Sumbar.

"Hingga saat ini masyarakat yang tercover dari BPJS Kesehatan program JKN ini sebanyak 4.756.435 jiwa se-Provinsi Sumbar, atau baru mencapai 84,99 persen dari 5.596.336 penduduk Sumbar," ucap Eddy.

Sedangkan untuk kabupaten kota, terdapat lima daerah dengan cakupan kepersertaan melebihi 95 persen, yakni Kota Padangpanjang, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman dan Kota Solok.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi menjelaskan, saat ini terdapat 581.391 jiwa warga Sumbar yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato, untuk fasilitas layanan kesehatan kelas 3.

"Dana JKS Sakato ini merupakan sharing antara provinsi dengan kabupaten dan kota," kata Arry Yuswandi. (*)

Komentar