Napi Kasus Pembunuhan Berupaya Kabur dari Lapas Padang

Metro- 27-01-2022 21:48
Napi berinisial
Napi berinisial "S" yang berhasil ditangkap kembali petugas Lapas Kelas IIA Padang, karena berusaha kabur, Kamis (27/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang inisial "S" berupaya kabur dari Lapas. Kejadian itu terjadi pada Kamis (27/01) sekitar pukul 08:30 WIB. Namun aksi napi tersebut berhasil digagalkan oleh petugas regu jaga saat melakukan kontrol keliling Sistem Kontrol Digital (SIKODI) di Lapas tersebut pada waktu tersebut. Wakil Komandan Regu Pengamanan Lapas, Junaidi yang bertugas saat kejadian menyebutkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, WBP dengan inisial "S" yakni napi yang divonis hakim dengan hukuman seumur hidup kasus pembunuhan itu, mecoba kabur dari Lapas dengan memanjat atap Blok Hunian A-8 menggunakan kain sarung dan handuk. "Saat melakukan kontrol keliling SIKODI di area Blok A, kami melihat WBP inisial S memanjat atap kamar A-8 dengan cara kedua tangan dibalut menggunakan kain. Tanpa pikir panjang, kami langsung mengamankan yang bersangkutan dan membawanya kembali ke ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP)," terangnya. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Era Wiharto kepada media membenarkan adanya salah seorang WBP coba kabur namun berhasil digagalkan petugas. Era mengatakan, petugas Lapas Padang berhasil gagalkan percobaan pelarian "S" yang merupakan WBP dengan masa hukuman seumur hidup kasus Pasal 340 KUHP. "Percobaan pelarian "S" dengan hukuman seumur hidup ini berhasil digagalkan oleh jajaran pengamanan regu I yang piket saat itu. Terima kasih atas upaya dan kerja keras rekan-rekan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban Lapas Padang. Terus waspada dan lakukan deteksi dini sesering mungkin," ungkap Era. Dengan adanya kejadian ini, dirinya menekankan kepada seluruh jajaran untuk tetap waspada dan tidak lengah. "Kami menjaga manusia yang memiliki akal dan pikiran yang kami tidak pernah tahu apa yang mereka pikirkan. Jadi tetap mawas diri, jangan sampai kecolongan!," pungkas Kalapas Era. Sedangkan Kepala KPLP Lapas Muaro Padang, Bagus Dwi Siswandono menyebutkan napil "S" telah dimasukkan kembali kedalam dalam strap sel. "Itu kami lakukan guna pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku guna mendeteksi apakah ada keterlibatan WBP lain dalam percobaan pelarian ini," ucap Bagus Dwi Siswandono. Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya beri apresiasi kerja petugas Lapas Kelas IIA Padang dalam menggagalkan upaya percobaan pelarian napi "S" itu. "Atas peristiwa tersebut, saya sebagai Kakanwil menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kalapas Lapas Padang dan jajaran yang telah mengimplementasikan fungsi pembinaan pengamanan dengan lakukan sistem pengawasan dan pengendalian dengan konsisten," R Andika. Dia melanjutkan, Lapas Padang sebagai pelopor sistem kontrol keliling yang mumpuni yaitu SIKODI, dan dirinya sudah perintahkan seluruh Lapas/Rutan/LPP/LPKA se Sumbar untuk menerapkan konsep yang dikembangkan Kalapas Padang, Era Wiharto. Terbukti dalam kurun waktu terakhir beberapa kali upaya WBP melakukan gangguan kamtib di Lapas Padang bisa digagalkan. "Pesan saya kepada jajaran Lapas Kelas IIA Padang agar terus mengimlementasikan semangat untuk menjadi insan pengayoman yg lebih baik. Semakin pasti dan semakin berakhlak," tegas R Andika Dwi Prasetya.

Komentar