Alizar Tanjung Protes Pembatalan Tahapan Pencalonan Ketum

Metro- 05-02-2022 09:33
Calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padang, Alizar Tanjung bersama tim protes terkait mekanisme pencalonan ketum yang akan dilaksanakan BPC HIPMI Kota Padang, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)
Calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padang, Alizar Tanjung bersama tim protes terkait mekanisme pencalonan ketum yang akan dilaksanakan BPC HIPMI Kota Padang, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Belum lagi pemilihan ketua umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang dimulai, muncul nada protes dari para kandidat yang akan maju pemilihan.

Hal itu berawal dari keputusan sepihak Ketua BPC HIPMI Kota Padang defenitif, Muhammad Roxas yang membatalkan tahapan pemilihan calon ketua umum HIPMI Kota Padang.

"Padahal, sesuai tahapan musda yang telah disusun panitia pelaksana, pada Jumat siang (4/2) memasuki tahap pengembalian berkas calon ketua umum, namun urung dilaksanakan," kata salah seorang calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padang, Alizar Tanjung didampingi tim suksesnya kepada media di Padang, Jumat malam (4/2).

Baca Juga

Akibat pembatalan itu, dia menyesalkan keputusan Roxas tersebut, karena keputusan itu jelas-jelas telah mengangkangi Peraturan Organisasi (PO) HIPMI.

"Di HIPMI, PO merupakan konstitusi tertinggi organisasi. Nah, dalam PO itu jelas dinyatakan bahwa setiap anggota yang memenuhi syarat berhak untuk maju menjadi kandidat ketua umum," aku Alizar.

Anehnya, sambung Alizar, saat proses pendaftaran telah dibuka, Ketua BPC HIPMI Kota Padang, Muhammad Roxas tiba-tiba membatalkan sepihak proses tahapan pencalonan yang sedang berlangsung.

"Ini jelas-jelas menginjak-injak aturan organisasi yang ada," tegas Alizar lagi.

Dia juga menyebut, bahwasanya ia bersama tim sukses telah melengkapi seluruh berkas persyaratan. Namun secara tiba-tiba, tanpa berkoordinasi dengan panitia pelaksana, Roxas mengumumkan proses pencalonan diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

"Ironisnya, keputusan penundaan tahapan pencalonan kandidat ketua umum ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan OC. Padahal, soal tahapan pelaksanaan muaea merupakan ranahnya OC yang telah dibentuk untuk mempersiapkan Musda. Itu menandakan dia tidak menghormati PO HIPMI dan bertindak secara otoriter serta memaksakan kehendaknya," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Pemenangan Alizar, Lina Herawaty sangat mengecam keputusan sepihak yang diambil Roxas.

Wanita pengusaha muda yang sudah lama berkecimpung di BPC HIPMI Kota Padang itu menyebutkan bahwa Roxas dinilai telah menodai semangat perjuangan HIPMI yang seharusnya menjadi wadah perjuangan terbuka bagi para pengusaha muda di Kota Padang.

"HIPMI seharusnya menjadi organisasi yang terbuka dan memberikan kesempatan bagi setiap anggotanya untuk tumbuh dan berkembang. Namun pada hari ini, dengan keputusan sepihak tentang pembatalan pencalonan itu, patut diduga ada kepentingannya yang tidak terakomodir, sehingga mengambil keputusan sepihak meski bertentangan dengan PO HIPMI," ungkapnya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari harianhaluan.id, Muhammad Roxas beralasan bahwa keputusannya menunda tahapan pemilihan caketum BPC HIPMI Padang tersebut, dikarenakan pihaknya menemukan cacat administrasi pada kelengkapan data yang telah dipersiapkan menjelang pelaksanaan Musda BPC HIPMI Kota Padang.

"Karena itu saya putuskan pelaksanaan Musda BPC HIPMI Kota Padang, di-reschedule agar tidak terjadi riak dan permasalahan dikemudian hari, kedepannya prasyarat untuk pelaksanaan Musda HIPMI Kota Padang, akan segera kami lengkapi," tulis Muhammad Roxas. (*)

Komentar