Pessel Launching Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman

Metro- 23-02-2022 07:37
Kadis Kominfo Pessel, Junaidi bersama pihak BPS Pessel dalam launching aplikasi Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman tersebut, di Painan, Selasa (22/2). (Dok : Istimewa)
Kadis Kominfo Pessel, Junaidi bersama pihak BPS Pessel dalam launching aplikasi Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman tersebut, di Painan, Selasa (22/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) launching Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman, Selasa (22/2).

Kegiatan melalui kerja sama Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel itu digelar di gedung Painan Convention Centre (PCC) itu sebagai tindaklanjut dari pemkab setempat dalam mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI).

Harapan yang sama juga disampaikan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, ketika dihubungi setelah launching Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman tersebut, Selasa kemarin (22/2).

Baca Juga

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, menyebutkan selama ini pemkabnya dengan BPS belum memiliki prinsip dan metodologi yang sama dalam mengelola data. Akibatnya terjadi interpretasi dan penafsiran berbeda terhadap hasil sebuah pendataan.

"Ini bisa dicontohkan dengan jumlah penduduk Pessel pada data Dinas Dukcapil tahun 2021 sebanyak 514.444 jiwa,namun pada data BPS di tahun yang sama sebanyak 504.418 jiwa. Data tentang jumlah penduduk ini sengaja saya sandingkan dari dua sumber data yang berbeda dan sama-sama instansi yang berkompeten untuk dijadikan sebagai pedoman," kata Rusma Yul Anwar.

Dijelaskannya, data adalah komoditas yang sangat strategis. Sehingga siapapun yang menguasai data, maka akan menjadi pihak yang memiliki keunggulan kompetitif.

"Di sisi pelayanan pemerintah, data akan menjadi komoditas utama bagi pemberi layanan. Data yang akurat dan terintegrasi mendorong kemudahan dalam melayani meningkatkan nilai sosial dan ekonomi, mendorong adanya pemerintahan yang partisipatif dan meningkatkan efisiensi biaya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan bahwa dengan memiliki data yang berkualitas, maka daerah akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas pula.

Sedangkan Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasih dan juga apresiasi kepada BPS Pessel dan jajarannya atas kerjasama itu.

"Dengan launchingnya Aplikasi Pesisir Selatan Dalam Genggaman, maka keterbukaan informasi publik yang terintegrasi dengan SDI bakal terwujud, sebab aplikasi ini dapat diakses seluruh masyarakat melalui Android," kata Rudi.

Kepala Dinas Kominfo Pessel, Junaidi, juga menjelaskan sebagai bentuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Pemkab Pessel telah pula membentuk Forum Satu Data Pessel yang bertugas menyelenggarakan Satu Data Indonesia tingkat daerah.

"Forum Satu Data Pesisir Selatan itu terdiri dari koordinator forum, pembina data tingkat daerah, wali data, wali data pendukung, dan produsen data," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga digelar seminar PSDA tahun 2022 yang juga digelar secara online itu, juga menghadirkan Prof Dr Zulfan Tadjoeddin, dari Sydney University Australia, sebagai narasumber virtual/online, dengan juga diikuti secara virtual oleh semua camat dan wali nagari se Pessel.

Komentar