Sementara, Empat Meninggal dan 20 Luka-Luka Akibat Gempa

Metro- 25-02-2022 13:36
Salah satu bangunan sekolah dasar yang alami kerusakan akibat gempa bumi di Pasbar yang terjadi beberapa kali, Jumat (25/2). (Dok : Istimewa)
Salah satu bangunan sekolah dasar yang alami kerusakan akibat gempa bumi di Pasbar yang terjadi beberapa kali, Jumat (25/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Gempa kuat yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Jumat pagi (25/2) itu, memakan empat orang korban jiwa, 20 warga alami luka-luka dan sejumlah bangunan rusak baik ringan maupun berat.

Informasi yang didapat dari Sekban BPBD Pasbar, Gustrizal menyampaikan gempa bumi 6,2 Magnitudo dan beberapa kali gempa susulan yang terjadi di Pasbar Jumat pagi itu memakan korban jiwa dan puluhan warga luka-luka.

"Data sementara yang kami dapat ada empat orang warga meninggal pascagempa, dan 20 warga yang luka-luka, serta sejumlah bangunan rusak baik ringan, sedang maupun berat," kata Gustrizal yang dihubungi wartawan, Jumat (25/2).

Baca Juga

Mulanya, sebut Gustrizal, pihaknya mendapat info ada dua orang warga yang meninggal, namun tidak lama kemudian didapat info lagi korban meninggal bertambah dua orang lagi setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Kajai.

Untuk kepastian jumlah korban yang meninggal, kami masih terus mendatanya. Ada kemungkinan jumlah korban meninggal akibat gempa bisa saja bertambah," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, personel masih di lapangan dan sekarang sedang mendirikan tenda di RSUD. "Selain itu, BPBD Pariaman juga sudah menuju ke lokasi. Untuk korban jiwa sementara ini belum diketahui," kata Gustrizal.

Adapun lokasi yang parah akibat gempa sementara ini ada di tiga kecamatan, yakni Talamau, Kinali, Pasaman.

Sedangkan bangunan yang alami kerusakan akibat gempa itu ada sekolah, masjid, dan rumah penduduk serta fasum lainnya. Gustrizal juga menyampaikan, gempa susulan juga terjadi sekitar pukul 11.06 WIB, dengan kekuatan 5,1 Magnitudo.

"Dampak dari beberapa kali gempa susulan yang diperkirakan berpusat di Gunung Talamau itu membuat satu daerah terkena longsor yakni di daerah Malampah," sambung Gustrizal.

Dia mengimbau warga untuk mewaspadai kemungkinan aktifnya gunungapi Talamau ini, serta juga waspadai kemungkinan adanya aliran galodo yang berasal dari danau-danau yang ada kawah di bagian puncak Gunung Talamau tersebut.

"Warga yang bermukim di daerah aliran sungai yang berhulu ke Gunung Talamau harap waspada," pinta Gustrizal. Sedangkan bangunan yang alami kerusakan akibat gempa itu ada sekolah, masjid, dan rumah penduduk serta fasum lainnya.

Komentar