Pemkab Padangpariaman Gandeng BBPOM Padang

Metro- 02-03-2022 14:15
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur bersama Kepala BBPOM Padang, Firdaus di sela acara penandatanganan kerjasama soal advokasi pangan, Rabu (2/3). (Dok : Istimewa)
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur bersama Kepala BBPOM Padang, Firdaus di sela acara penandatanganan kerjasama soal advokasi pangan, Rabu (2/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Kabupaten Padangpariaman jadi salah satu dari tiga daerah di Sumbar, yang dipilih Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang untuk program advokasi keamanan pangan terpadu.

Program yang dilakukan BBPOM Padang di kabupaten ini meliputi Desa Pangan Aman, Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

Adanya program advokasi ini sekaligus menandakan adanya kerjasama BBPOM dengan Pemkab Padangpariaman di bidang pangan.

Baca Juga

"Saya sangat berharap, dengan kemitraan ini, akan terbentuk kader-kader keamanan pangan dan kemandirian masyarakat di nagari, sekolah dan pasar, dalam rangka menerapkan keamanan pangan berbasis komunitas," ujar Suhatri Bur di acara advokasi pangan itu di Pariaman, Rabu (2/3).

Untuk itu, katanya, demi kelancaran pelaksanaan program ini, dirinya minta kepada OPD terkait, camat dan wali nagari, serta kepala sekolah dan petugas pasar untuk serius melaksanakan kegiatan ini, menjadikan momentum ini dalam implementasi keamanan pangan di Kabupaten Padangpariaman.

Sedangkan, Kepala BBPOM Padang, Firdaus mengatakan, selaku institusi yang bertanggung jawab dalam pengawasan obat dan makanan, menyampaikan beberapa permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat terkait keamanan pangan.

"Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan keamanan makanan, yakni masih ditemukan produk makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, baik itu di sekolah maupun di pasar," kata Firdaus.

Kemudian, lanjutnya, banyaknya terjadi kasus keracunan di rumah tangga dan juga di sekolah karena makanan, yang sebagian besar belum dilaporkan dan belum diidentifikasi penyebabnya.

Berikutnya, soal masih rendahnya pengetahuan, keterampilan dan tanggung jawab produsen makanan tentang mutu dan keamanan pangan pada industri kecil atau rumah tangga.

"Kurangnya kepedulian masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan, karena terbatasnya pengetahuan dan rendahnya kemampuan daya beli untuk produk pangan yang bermutu dan tingkat keamanan yang tinggi," jelas Firdaus.

Dikatakannya, dari beberapa permasalahan di atas diharapkan dengan kegiatan Advokasi Pangan Aman Berbasis Komunitas 2022 ini, dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan.

Sekaligus, sambungnya, ini juga akan memperkuat ekonomi desa, sesuai dengan sasaran dan prioritas pembangunan Nasional bidang kesehatan.

Terutama untuk peningkatan status gizi masyarakat, pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan efektivitas pengawasan makanan dalam rangka peningkatan keamanan dan mutu pangan yang beredar.

Kerjasama BBPOM dengan Pemkab Padangpariaman ini ditandai dengan penandatanganan komitmen pelaksanaan kegiatan Keamanan Pangan Terpadu di Kabupaten Padangpariaman antara Kepala BBPOM Padang, Firdaus dengan Bupati Suhatri Bur, di Gedung Saiyo Sakato Jalan M Syafe'i Kota Pariaman.

Komentar