Diputus Pacar, Posting Rekaman Video Sensitif ke Medsos

Metro- 23-03-2022 18:17
Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Arie Sulistyo Nugroho, bersama anggotanya saat gelar konpres pelaku UU ITE di Mapolda Sumbar, Rabu (23/3). ( Foto : Derizon)
Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Arie Sulistyo Nugroho, bersama anggotanya saat gelar konpres pelaku UU ITE di Mapolda Sumbar, Rabu (23/3). ( Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap seorang pria karena terlibat kasus Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) melanggar kesusilaan dimana memposting hasil rekaman video call tidak senonoh melalui akun media sosial yakni Instagram dan Tiktok.

Pria yang inisial VV (31) ditangkap di rumahnya di Dusun Ambalau Kecamatan Matur Kabupaten Agam ditangkap pada Rabu (23/3) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Arie Sulistyo Nugroho, menyebutkan tersangka ditangkap atas laporan korban inisial ESR (25) ke Polda Sumbar pada 10 Maret 2022 lalu.

Baca Juga

"Pelaku memposting hasil rekaman video call bersama mantan pacarnya ESR ke Instagram dan Tik Tok," ungkap dia.

Pelaku membuat akun fake Instagram dengan membuat nama korban, dan selanjutnya pelaku memposting pada akun Instagram tersebut berupa hasil screenshot korban yang disensor.

"Lalu pelaku juga mengirimkan melalui aplikasi TikTok, namun setelah di cek akun tersebut tidak lagi ditemukan atau sudah di banned," jelas Arie.

Dia menambahkan, awalnya korban dan pelaku tersebut sempat pacaran dan sering melakukan video call.

Dan pada saat video call itu ada rasa gatal di bawah bagian ketiaknya dan selanjutnya yang bersangkutan (korban) tidak sengaja membuka bajunya sehingga kelihatan bagian sensitifnya.

Lanjut Kompol Arie, setelah hubungan pacaran mereka berakhir pelaku merasa sakit hati dan membuat akun instagram (akun fake) dengan nama pelapor dan memposting hasil screenshot pada saat bagian baju terbuka tersebut.

"Motifnya pada saat kami lakukan berita acara, yang bersangkutan (terlapor) sakit hati karena di putusin oleh pacarnya dan dijelek-jelekkan keluarganya," ungkapnya.

Arie menyatakan, selain menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 unit laptop, 1 unit handphone iphone, 1 unit harddisk, 1 nomor handphone, 1 akun instagram yang digunakan untuk postingan bermuatan asusila, 1 akun gmail yang digunakan untuk login instagram dan 1 akun gmail milik korban.

"Saat ini kasus masih dalam penyelidikan dan pengembangan penyidik Ditkrimsus Polda Sumbar," ucapnya.

Dia melanjutkan, atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 27 Ayat (4) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara.

Arie mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam hal komunikasi, baik melalui video call maupun dalam bentuk hal lain-lainnya.

Komentar