Bank Nagari Diminta Perkuat Rencana Strategis IT

Metro- 14-05-2022 06:36
Nasabah Bank Nagari memperlihatkan Nagari Mobile Banking. (Dok : Istimewa)
Nasabah Bank Nagari memperlihatkan Nagari Mobile Banking. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala—Bank Nagari diminta untuk terus memperkuat rencana strategis informasi teknologi secara terukur dan detail.

Ini dalam upaya mencegah tidak terjadinya kembali kasus tindak kejahatan skimming anjungan tunai mandiri (ATM).

"Setiap pengembangan produk-produk bank berkaitan dengan IT, mesti terintegrasi dengan aspek keamanan. Sehingga risiko-risiko yang terjadi sudah bisa diantisipasi dan dicegah. Ibarat pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati," kata Pengamat Ekonomi Universitas Andalas, Efa Yonnedi SE MPPM Phd Ak, kepada Arunala.com , di ruang kerjanya, Jumat (13/5) kemarin.

Baca Juga

Saat ini kasus tindak kejahatan skimming ATM di Bank Nagari sudah terjadi. Ini mesti diobati.

"Cara mengobatinya, terus memperkuat sistem keamanan setiap project-project digital bank. Paling tidak mengurangi risiko agar tidak terjadi kembali agar nasabah tenang dan aman pikirannya bertransaksi dengan Bank Nagari," ungkapnya.

Kepuasan dari nasabah, sebut Efa, ditentukan dengan kualitas layanan. Termasuk disitu aspek keamanan IT.

"Apalagi, lembaga bank itu basisnya kepercayaan dan membutuhkan trust dari masyarakat," ucap Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unand ini.

Selain keamanan IT, ungkap Efa, respons cepat manajemen dalam menangani kasus tindakan skimming ATM ini. Dan, memberikan jaminan kepada nasabah bahwa bank akan mengganti 100 persen dana nasabah korban skimming.

"Saya lihat dari pemberitaan, manajemen Bank Nagari memberikan respons cepat dan telah membuat langkah-langkah penanganan kasus tindakan kejahatan skimming ATM serta solusi pencegahannya. Bahkan, Bank Nagari bertanggung jawab untuk melakukan penggantian kembali dana nasabah," sebut Efa. Termasuk juga, sebut Efa, Bank Nagari untuk terus mengedukasi dan meyakinkan nasabah untuk penggantian kartu debit ke teknologi chip.

"Kartu debit chip lebih aman karena data yang berada dalam chip terenkripsi sehingga tidak dapat dibaca saat kartu melalui skimmer," ucapnya seraya mengatakan nasabah juga secara reguler melakukan penggantian nomor pin.

Tidak hanya Bank Nagari, Efa menyebutkan bank lain mengalami hal serupa kasus tindakan kejahatan skimming ATM.

Selama banknya memberikan respons yang cepat dan mendisclose kepada nasabahnya dengan transparan, itu tidak akan masalah.

"Ini akan menentukan apakah nasabah puas sehingga akan tetap bertransaksi dengan bank tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan dengan respons cepat itu, reputasi bank akan terjaga. Jika tidak dikelola dan direspons cepat, akan membuat kehilangan kepercayaan nasabah.

"Mudah-mudahan, kasus tindakan kejahatan skimming ATM di Bank Nagari ke depan jangan terjadi lagi," harap putra Limapuluh Kota ini.

Sekadar diketahui, kasus tindak kejahatan skimming ini terjadi pada 4-5 Mei 2022 atas laporan nasabah terkait transaksi mencurigakan.

Nasabah menerima SMS Notifikasi atas transaksi yang tidak dilakukannya.

Setelah menerima laporan tersebut, manajemen Bank Nagari bergerak cepat melakukan langsung melakukan percepatan penelusuran investigasi dan langkah-langkah penanganan kasus tersebut.

Berdasar penelusuran Bank Nagari, 141 nasabah melaporkan rekeningnya berkurang padahal tidak melakukan transaksi penarikan atau pembelian online apapun. Kerugian pun ditaksir kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Komentar