Cegah PMK Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Metro- 09-06-2022 13:31
Komisi II DPRD Sumbar hearing bersama Disnak Sumbar soal antisipasi PMK hewan kurban jelang Idul Adha, Kamis (9/6). (Dok : Istimewa)
Komisi II DPRD Sumbar hearing bersama Disnak Sumbar soal antisipasi PMK hewan kurban jelang Idul Adha, Kamis (9/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar kembali hearing bersama OPD terkait.

Kali ini dalam upaya merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Rapat ini menindak lanjuti rapat sebelumnya pada 23 Mei lalu.

"Berkaitan dengan wabah penyakit PMK yang menyerang hewan ternak tersebut, DPRD Sumbar khusunya Komisi II dan OPD terkait kolaborasi melakukan antisipasi terhadap hewan kurban jelang Idul Adha yang berlangsung pada 9 Juli 2022, mendatang," kata Ketua Komisi II, Mochlasin dalam hearing, Kamis (9/6).

Baca Juga

Ditambahkannya, pertemuan lanjutan dilakukan guna persiapan pendataan dan sosialisasi PMK pada pedagang hewan kurban oleh seluruh dinas kabupaten kota yang dibekali juga dengan petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan hewan kurban untuk dipedomani.

"Di samping itu, kami juga melakukan pengawasan terhadap daging di rumah potong hewan yang layak dikonsumsi," ujarnya.

Karena persyaratan hewan kurban ini sudah ada, lanjut dia,DPRD juga sudah membuat regulasinya, yakni peraturan daerah tentang kesehatan hewan.

Masih menurut Muchsin, kesehatan hewan penting untuk kurban, karena syarat berkurban dalam Al Qurban adalah hewan yang sehat.

Sedangkan yang tertuang dalam Perda tersebut salah satunya adalah seluruh hewan harus terhindar dari penyakit, seperti antrax dan rabies.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II lainnya, yakni Arkadius. Dia menjelaskan, penyakit penularan mulut dan kuku terhadap hewan ternak, berkaitan dengan hari raya Idul Adha.

Ada beberapa catatan, yakni PMK tersebut adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus dan penyebarannya begitu cepat.

"Penyebaran bisa melalui ternak, makanan ternak, angkutan ternak , melalui angkutan orang termasuk juga angin yang berjarak 30 meter," ujar Arkadius.

Dia menambahkan, mulai dari 7 Mei 2022, 4 ekor sapi terkena PMK, sapi tersebut berasal dari Aceh, kemudian 11 hari setelah itu, bertambah menjadi 653 sapi, saat ini berdasarkan berbagai lapisan sudah mencapai angka 2023 ekor.

"Maka itu, kami meminta kepada pemerintah bagaimana mengamankan sekitar 500 ribu sapi yang dimiliki di Sumbar," tukas Arkadius.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Drh Erinaldi mengatakan, ada 120 kasus dan 653 ekor dinyatakan positif PMK, sehingga beberapa pasar ternak yang ada di Sumbar terpaksa ditutup sementara untuk mencegah penularan.

Dikatakan Erinaldi, PMK tidak bisa menular kepada manusia, namun penyebaran virus ini sangat masif terjadi antar hewan ternak terutama kepada hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan sejenisnya.

"Saat ini di Sumbar sudah 15 kabupaten kota yang lakukan pemetaan mengenai PMK oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar," ujar Erinaldi.

Komentar