Supardi: Minta Silat Masuk Kurikulum Alternatif

Metro- 27-06-2022 16:19
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat membuka Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Minsai Al Fitrah di Payakumbuh, Senin, (27/6). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat membuka Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Minsai Al Fitrah di Payakumbuh, Senin, (27/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Payakumbuh, Arunala - Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah provinsi, kabupaten kota, agar pencak silat masuk dalam kurikulum alternatif.

"Saya yakin dan percaya, generasi muda Sumbar tidak ada lagi terlibat narkoba, kenakalan remaja lainnya dan penting sopan santunnya," ujar Supardi saat membuka Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Minsai Al Fitrah Karang Taruna Sopan Santun Tingkat SD/SLTP/SLTA Sumbar-Riau-Jambi 2022, di Payakumbuh, Senin, (27/6).

Menurut Supardi, pihaknya harus mendorong seluruh kegiatan silat di Sumbar, karena silat tidak hanya tempat bertarung tetapi merupakan warisan budaya harus dijaga.

Baca Juga

"Kita harapkan hasil kejuaraan pencak silat ini dapat melahirkan atlet level Nasional dan Internasional," ujar Supardi.

Dia melanjutkan, pihaknya juga mendorong pencak silat tidak ada lagi perbedaan. Silat tradisional dan silat prestasi, maka semua harus menjadi satu kedepannya.

"Kami akan mencoba intensif men-support yang atas namakan silat di Sumbar, karena silat harus kita berdayakan dan lestarikan," ujar Supardi lagi.

Tampak acara dihadiri Walikota Payakumbuh yang diwakili Kepala Disparpora kota payakumbuh, Ketua LKAAM kota payakumbuh yang juga anggota DPRD Kota Payakumbuh YB, Dt Parmato Alam, Edwar Df, Dt Fahlevi Mazni, Kapolsek kota payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur Dewi Novita,Lurah Balai Jariang dan tamu undangan lainnya.(*)

Komentar